Fitch: Profil Kredit Negara Asia-Pasifik Tetap Kuat di Tengah Pandemi Covid-19

Ilustrasi

JAKARTA-Fitch Ratings (Beijing) Limited menilai, profil kredit negara-negara di Asia-Pasifik tetap tangguh di tengah kondisi pandemi Covid-19, terlebih lagi dengan adanya pemulihan permintaan terhadap tenaga listrik dan gas secara bertahap di Semester II-2020.

Managing Director Fitch Ratings (Beijing) Limited, Ying Wang memperkirakan, nagara di Asia-Pasifik berupaya menata ketahanan operasional bisnis di Semester II-2020 saat terjadi pemulihan harga tarif listrik dan gas secara bertahap, meski tingkat permintaan di sebagian besar pasar masih lebih rendah dibanding sebelum terjadi pandemi Covid-19.

“Kecuali, permintaan di China yang diperkirakan akan kembali menuju normal,” kata Wang dalam laporan non-peringkat yang disampaikan Fitch melalui surat elektronik, Shanghai (28/10).

Baca :  RCEP Akan Memperburuk Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi

Dia mengasumsikan bahwa sejumlah negara tidak akan menetapkan kebijakan lockdown putaran kedua secara ketat, tetapi keputusan mengunci wilayah dimungkinkan terjadi secara sporadis pada level pemerintahan daerah di Indonesia dan India.

Lebih lanjut Wang mengungkapkan, secara umum negara-negara di Asia Pasifik memiliki arus kas operasi yang relatif terjaga dari risiko volume dan harga, sehingga profil kredit masih tercatat cukup kuat.

Sementara itu, pendapatan dan EBITDA untuk Tahun Buku 2020 diperkirakan sedikit lebih lemah dari proyeksi Fitch sebelum pandemi.

“Setidaknya, setengah dari issuers di China dan Korea Selatan sudah mengarahkan besaran alokasi belanja modal (capex) yang lebih besar,” ujar Wang.

Dengan demikian, jelas dia, alokasi capex yang lebih tinggi tersebut diperkirakan akan menciptakan pelebaran defisit arus kas bebas (FFO deficit) dan rasio leverage dana dari operasi (FFO) diperkirakan menjadi 5,9x di 2020 atau lebih tinggi dibanding 2019 sebesar 5,5x, sedangkan Fitch memproyeksikan di saat sebelum pandemi sebesar 5,4x

Baca :  Masih Ada Covid-19, Pelaksanaan Pilkada Serentak Disarankan "Geser" ke 2021