Hari Ke-2 TEI 2015, Kontrak Dagang Capai USD 40,5 Juta

Thursday 22 Oct 2015, 9 : 15 pm
by

JAKARTA-Para buyer mancanegara semakin gencar mengincar produk Indonesia. Memasuki hari kedua Trade Expo Indonesia (TEI) 2015, kontrak dagang yang berhasil disepakati mencapai USD 40,5 Juta. Kontrak ini dilakukan dengan perusahaan asal Malaysia, Kanada, dan Belgia. Beberapa penandatanganan yang berlangsung di sela-sela pameran dagang internasional TEI 2015 itu disaksikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak di Jakarta, Kamis (22/10).

Dari total nilai USD 40,5 juta, kontrak dagang sebesar hampir USD 39 juta diperoleh dari penandatanganan kontrak antara tiga perusahaan asal Malaysia dengan tujuh eksportir Indonesia yaitu, Mega Unipro dengan PT. Santos Jaya Abadi untuk produk kopi; Indadi Utama (M) Sdn. Bhd dengan PK Sumber Jaya untuk produk kerupuk dan dengan Sinar Sosro untuk produk teh. Kemudian antara Kara Marketing Sdn. Bhd dengan empat eksportir Indonesia, yaitu PT. Kara Product untuk produk santan kelapa, PT. Mustika Ratu untuk kosmetik, PT. Dua Kelinci untuk produk kacang, dan Muktasa Product untuk produk lada bubuk.

Sementara itu, kontrak sebesar USD 1,5 juta diperoleh dari program buying mission antara empat perusahaan berpengaruh asal Kanada dan Belgia dengan empat eksportir Indonesia. Penandatanganan kontrak buying mission yang disaksikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak itu dilakukan antara Modern Houseware Imports Inc. asal Kanada dengan PT. Diamas Star untuk produk glassware, Global Usindo Inc. asal Kanada dengan PT. Menacom Ltd. untuk suplai produk kopi Mandailing, Biofresh asal Belgia dengan Bloom Agro untuk suplai produk gula dan beras organik merk Sunria, serta Indobite BVBA asal Belgia dengan PT. Sekar Bumi untuk suplai produk seafood/fisheries.   “TEI tahun ini harus mampu menjembatani lebih banyak lagi kerja sama perdagangan antara eksportir Indonesia dan para buyer, sehingga dapat mendongkrak kinerja ekspor nasional,” ujar Nus.

Nus menjelaskan, buying mission merupakan salah satu bentuk promosi yang disediakan Kemendag untuk membantu dunia usaha dengan mendatangkan buyers ke Indonesia agar dapat melakukan kesepakatan atau transaksi dagang dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor. Upaya buying mission merupakan kerja sama perwakilan Kemendag di luar negeri, Atase Perdagangan, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Selain itu, untuk memperkokoh hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dengan para negara sahabat, TEI juga memfasilitasi pertemuan dalam penandatangan letter of intent antara Aljazair Chamber of Commerce (KADIN Aljazair) dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) guna mengembangkan potensi dan peluang perdagangan beberapa komoditas Indonesia seperti kopi, cokelat, karet, dan rempah. Kemudian juga dilaksanakan pertemuan antara Dirjen PEN dengan Excecutive Director Trade Facilitation Office (TFO) Kanada, serta courtesy call dengan Duta Besar Rumania guna membahas pengembangan perdagangan Indonesia dengan kedua Negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Banyak Permintaan Tax Amnesty Jilid II, Menkeu: Lihat Situasi

JAKARTA-Pemerintah merencanakan menggelar tax amnesty jilid II setelah menerapkan kebijakan

BSI Lanjutkan Penyatuan Operasional Sistem Layanan di Area Manado

JAKARTA–PT Bank Syariah Indonesia Tbk melanjutkan penyatuan dan integrasi sistem