Impor Pakaian Bekas, Mematikan Industri Garmen dan Tekstil

Tuesday 26 May 2015, 8 : 34 pm
by

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penindakan tegas atas praktik impor pakaian bekas. Pasalnya, hal ini mematikan industri garmen dan tekstil dalam negeri. Sejatinya, larangan impor ini sudah dikeluarkan Pemerintah sejak tahun 1982, melalui SK Mendagkop No. 28 tahun 1982 tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor. “Selain itu terdapat beleid dari Menperindag Nomor 642/MPP/Kep/9/2002 tanggal 23 September 2002,” ujar Direktur Jenderal Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin, Harjanto di Jakarta, Selasa (26/5).

Aturan tersebut menegaskan larangan impor atas produk gombal atau kain perca, karena sekarang ini kebutuhan kain perca tersebut sudah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Terbaru, Pemerintah melalui Undang Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan melarang impor pakaian bekas. UU itu juga memuat ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda bagi pengimpor. “Seluruh peraturan itu belum ada yang dicabut yang artinya masih berlaku.  Maka, demi melindungi industri sekaligus melindungi kesehatan masyarakat, diperlukan penegakan atau enforcement aturan perundang-undangan yang tegas,” pungkas Harjanto.

Baca juga :  Industri Makanan dan Minuman Siap Jalani New Normal

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Tak Ada Lagi Era Dana Murah

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mengakui masa keemasan  dana murah dengan tingkat

Waskita Periksa Konstruksi Jalur KA Bandara

JAKARTA-PT Kereta Api Indonesia dan PT Waskita Karya tengah melakukan