Injeksi Modal Asing ke BBKP Jadi Sentimen Positif di Industri Perbankan

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fathan Subchi

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fathan Subchi beranggapan, langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berupaya menyelamatkan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) melalui penambahan modal dari asing menjadi katalis positif bagi publik terhadap industri perbankan nasional.

Menurut Fathan, isu terkait nasionalisme dalam kerangka kepemilikan saham di bank umum nasional, mestinya bukan menjadi sandungan untuk menyerap dana asing yang akan masuk ke industri keuangan domestik.

Terlebih lagi, lanjut dia, isu pengetatan likuiditas terus mengemuka di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Soal kecukupan likuiditas di industri perbankan kita, kami mengapresiasi langkah-langkah OJK dalam menyelamatkan Bank Bukopin yang sangat cepat dan luar biasa dalam mengambil peluang,” kata Fathan di Jakarta, Kamis (2/7) dalam diskusi “InfobankĀ & The Chief Economist Forum: Kesehatan Bank dan Rumors Negatif di Tengah Pandemi”.

Baca :  OJK: Perbankan Perlu Undang Asing Untuk Tambah Modal

Bahkan, jelas dia, sejauh ini perbankan dalam kecenderungan memupuk permodalan dan menjaga ketahanan likuiditas di saat kondisi pandemi yang telah menggangu semua sektor ekonomi.

“Bank Mayapada (MAYA) sudah disuntik modal (oleh pemiliknya, Dato Sri Tahir),” ucap Fathan.

Dia menambahkan, penguatan struktur permodalan bank seperti yang dilakukan BBKP sekaligus bisa menangkis rumors negatif terkait kondisi kesehatan industri perbankan nasional, dan secara umum asing masih percaya terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

“Rumors di masyarakat sudah parah, terkait ajakan menarik dana beramai-ramai dari bank. Jadi, jaga likuiditas, kesehatan dan profitabilitas bank,” tegas Fathan.

Hal senada disampaikan ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah yang menyebutkan bahwa sikap OJK yang mengizinkan KB Kookmin Bank untuk menguasai 37,6 persen saham BBKP merupakan langkah penyelamatan bagi industri perbankan nasional yang sekaligus mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Baca :  OJK Setujui Kookmin Jadi Pemegang Saham Pengendali BBKP

“Perbankan memang harus dijaga. Jika ada masalah seperti Bukopin dan asing mau menyelamatkan, maka hal itu harus segera dimanfaatkan. Tidak perlu lagi bicara asing dan non asing. Ketentuan di kita juga sudah membolehkan asing masuk, apalagi sistem keuangan sudah mengglobal,” papar Piter.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Ryan Kiryanto mengungkapkan, saat kondisi perekonomian penuh ketidakpastian, maka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama para bankir harus menjaga ekosistem perbankan agar tetap sehat dan kuat.

Upaya menjaga ekosistem tersebut, lanjut Ryan, industri perbankan harus meningkatkan kualitas aset, menjaga ketersediaan likuiditas, mendorong efisiensi secara optimal dan menjaga kepercayaan antarbank.

Baca :  OJK: Perbankan Perlu Undang Asing Untuk Tambah Modal

“Selama 18-24 bulan ke depan, perbankan akan marathon untuk menjaga NPL dan likuiditas dalam upaya memperkuat ekosistem,” ujarnya.