Intan: Perempuan Yang Menjadi Wakil Rakyat Harus Berintegritas

DEPOK-Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi kembali menyerukan kepada kaum perempuan untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu legislative (pileg) 9 April 2014 nanti.  Penggunaan hak pilih secara tepat akan melahirkan wakil rakyat yang amanah. “Satu suara, sangat menentukan masa depan bangsa. Karena itu, jangan sampai Golput. Kalau kita Golput justru memberi peluang bagi calon wakil rakyat yang tidak amanah duduk di parlemen,”  ujar Intan ketika menjadi pembicara pada acara “Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Bagi Pengurus Muslimat NU”, Sukmajaya Depok, Sabtu (15/3).

Menurut Intan, partisipasi perempuan dalam politik sangatlah penting. Sebab keberadaan  wakil rakyat perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok perempuan dengan mewakili, mengawal dan mempengaruhi agenda dan proses pembuatan kebijakan, serta turut serta dalam proses pembangunan. Namun, tetap harus dicatat perempuan yang bisa masuk parlemen tetap harus yang berkualitas dan professional. Karena jika banyak perempuan di parlemen kinerja parlemen itu akan bisa menjadi lebih baik. “Perempuan yang duduk di parlemen harus punya basis kompetensi dan integritas,” jelas caleg Dapil VI Jawa Barat ini.

Intan mengatakan partisipasi perempuan dalam bidang politik telah diatur dalam UU No. 8 Tahun 2012 tentang pelaksanaan Pemilu Anggota DPR, DPRD, dan DPD. Undang-undang tersebut menjadi basis hukum bagi kaum perempuan dan sehingga ‘memaksa’ setiap partai politik untuk membuka pintu lebar-lebar bagi kaum perempuan. Pasal 8 UU tersebut misalnya, mensyaratkan Parpol calon peserta Pemilu 2014 untuk menyertakan sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan tingkat pusat. Hal ini sangat positif  karena menjadi langkah awal bagi perempuan dalam bertarung untuk melangkah ke parlemen.  “Kalau sekarang, secara afirmatif, pemerintah menetapkan quota 30 persen keterwakilan perempuan di semua parpol. Ini menandakan, jumlah suara perempuan sangat besar,” jelas Intan yang juga caleg PAN Nomor Urut 1 ini.

Untuk itu, Intan mengajak Muslimat NU untuk memilih caleg perempuan. “Saya kira, sesama kaum perempuan akan mudah memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dan membela kaum perempuan dari berbagai tindak kekerasan,” jelasnya.

Sekarang ini, ujarnya masyarakat sudah ‘terbiasa’ menyaksikan fenomena penindasan terhadap anak-anak. Karena itu,  mantan dosen Fakultas Hukum UI ini berharap pendidikan ahlak harus dibangun pendidikan ahkak. Ini harus ditumbuhkembangkan sejak kecil karena aklak dan karakter seorang anak harus dibentuk sejak kecil.  “Kalau berbicara soal pendidikan disekolah, dua tahun ketinggalan materi pendidikan masih bisa dikejar.  Tetapi kalau  aklak seorang anak tidak dibentuk sejak awal, dari umur 0-6 tahun (masa golden age) maka akan ada perilaku menyimpang. Masa golden age ini sangat menentukan masa depan anak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Intan memuji peranan Muslimat NU terhadap kemajuan kaum wanita Indonesia.  Kontribusi Muslimat NU dalam pemberdayaan perempuan Indonesia sangat besar, baik dibidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. “Mudah-mudahan, saya bisa diterima sebagai keluarga Muslimat NU,” pungkasnya.

 

 

Baca :  Basuki-Djarot Buka Balai Rakyat di Rumah Lembang