IsDB Kucurkan Hibah US $265.000 Kembangkan Sektor Transportasi di Indonesia

Gedung Islamic Development Bank (IsDB)

JAKARTA-Grup Islamic Development Bank (IsDB) telah memperkuat kehadiran dan dukungannya terhadap Indonesia melalui fasilitas Bantuan Teknis (BT) untuk mendukung pengembangan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sektor Transportasi di Negara Anggota.

IsDB akan memberikan hibah sebesar US $265.000 kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan dimanfaatkan untuk membangun dan memperkuat kapasitas Kemenhub dalam upaya mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai proyek KPBU sektor transportasi.

Ruang lingkup bantuan terdiri dari kegiatan yang terkait dengan (i) pengembangan kapasitas Kementerian Perhubungan; (ii) persiapan toolkit / pedoman untuk penelahaan dan pemilihan proyek KPBU; dan (iii) penyiapan dokumen Outline Business Case (pra-studi kelayakan) untuk satu proyek Kerja Dama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sektor transportasi.

Baca :  Gelontorkan Rp1,2 Triliun, Changi Airport Kelola Bandara Komodo

Menurut Ibrahim Shoukry, Kepala Hub Regional IsDB Indonesia, sektor transportasi adalah salah satu kepentingan utama Pemerintah.

Ibrahim menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, Pemerintah Indonesia telah meningkatkan komitmen politik dan keuangan untuk menangani program pembangunan infrastruktur transportasi.

Upaya ini, menurut Ibrahim, menghasilkan berbagai proyek infrastruktur transportasi prioritas.

“Namun, keadaan geografis Indonesia memunculkan tantangan yang unik, yang mengharuskan pemerintah mampu menggunakan pendekatan inovatif dalam mengatasi tantangan tersebut,” ujar Ibrahim.

Peran Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), menurut Ibrahim, sangat penting dalam mempercepat peningkatan hasil konkret pada infrastruktur sektor transportasi.

“Oleh karena itu, bantuan IsDB akan mendukung upaya pembangunan kapasitas teknis Kementerian Perhubungan yang sesuai dan pada gilirannya membuka jalan bagi keberhasilan Kementerian Perhubungan dalam melaksanakan berbagai proyek infrastruktur yang berkualitas,” ungkap Ibrahim.

Baca :  Pemindahan Ibu Kota Negara Jangan Membebani APBN

Sementara itu, Djoko Sasono, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kemenhub, menyatakan bahwa Indonesia perlu mengatasi tantangan khas infrastruktur, dimana pembangunan sektor transportasi menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Partisipasi sektor swasta, menurut Sekjen Kemenhub, merupakan faktor signifikan yang berkontribusi dalam upaya percepatan penyediaan infrastruktur dan diharapkan dapat memberikan nilai dan manfaat yang jauh lebih baik.

“Kerja sama antara Kementerian Perhubungan dan IsDB diharapkan dapat memfasilitasi dan mendukung implementasi program KPBU di sektor transportasi,” kata Sekjen Kemenhub.

IsDB dan Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan Kantor Bersama KPBU, termasuk Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan lain-lain.

Baca :  Telan Investasi Rp916 Miliar, PUPR Biayai Preservasi Jalintim Sumsel Lewat Skema KPBU

Hal ini guna memastikan keberhasilan implementasi bantuan teknis ini dan keberlanjutan penawaran proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang potensial dan berkualitas ke pasar