Kalah Voting, PPP Pilih Menegakkan Kebenaran

Rabu 8 Okt 2014, 6 : 28 pm
Anggota DPR, Syaifullah Tamliha/doc kompas.com

JAKARTA-Langkah dan sikap yang diambil oleh PPP menyeberang ke KIH tersebut, bukan karena haus kekuasaan, melainkan untuk amar ma’ruf nahi mungkar.

“PPP lebih baik kalah untuk menegakkan kebenaran daripada menang, tapi mengalahkan kebenaran,” kata Wakil Sekjen DPP PPP Syaifullah Tamliha, di Jakarta,  Rabu, (8/10/2014).

Namun begitu, kata Tamliha, Petinggi KMP sudah memahami langkah PPP dalam pemilihan pimpinan MPR RI tersebut.

“Bahwa gabung KIH itu hanya pada batasan pemilihan pimpinan MPR RI. Jadi, ketika menetapkan ikut ke KIH tidak asal menyeberang begitu saja,” ujarnya

Lebih lanjut Tamliha menjelaskan saat ini hubungan PPP dengan KMP tetap berjalan baik. Karena sejak awal sudah terbangun komunikasi.

“Bagi PPP tidak ada masalah. Sebab, ini politik, siap menerima segala konskuensi politik yang akan terjadi,” ucapnya

Dikatakan, sikap PPP dalam pemilihan pimpinan MPR RI tersebut karena PPP memang ditinggalkan. Padahal, sebelumnya sudah ada perjanjian tertulis, jika PPP akan mendapat jatah pimpinan MPR RI di KMP.

“Kami ini ditinggalkan, PPP tidak masuk di paket pimpinan MPR RI. Nanti, bagaimana kami akan menjawab pertanyaan konstituen tentang kader PPP yang tidak masuk pimpinan MPR RI itu,”  imbuhnya.

Seperti diketahui, paket calon pimpinan MPR RI yang diusung KIH ‎kalah dengan KMP. KIH memperoleh 330 suara sementara KMP meraih 347 suara.

KIH mengusung Oesman Sapta Odang dari DPD RI sebagai calon Ketua, dan 4 Wakilnya terdiri dari Ahmad Basarah (PDIP), Imam Nahrawi (PKB), Patrice Rio Capello (Nasdem), dan Hasrul Azwar (PPP).

Sedangkan dari KMP mengusung Zulkifli Hasan dari PAN sebagai Ketua, dan 4 Wakilnya terdiri dari Mahyuddin (Golkar), EE Mangindaan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), dan Oesman Sapta Odang (DPD RI).

Nama Oesman berada di dua paket A dan B tersebut sesuai Tatib Pemilihan Pimpinan MPR RI yang sudah ditetapkan. (ek)

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

OJK: Instrumen Hedging Tak Mumpuni Picu Capital Outflow Saat Pasar Bergejolak

JAKARTA-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Sanotoso menyebutkan,

HPE CPO dan Kakao Alami Kenaikan

JAKARTA-Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) CPO periode