Kelangkaan Solar Akan Terus Berlangsung

Saturday 23 Oct 2021, 10 : 31 am
by
Sawit telah memperoleh konsesi lahan dalam jumlah sangat luas. Lebih dari 13 juta hektar
Pengamat Ekonomi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng

Oleh: Salamuddin Daeng

Pertamina segera tagih utang jumbo ke Pemerintah yang tidak kunjung dibayar.

Utang pemerintah ke Pertamina sangat besar. Utang ini menumpuk dari waktu ke waktu, tak penah dibayar sesuai dengan waktunya.

Utang pemerintah kepada Pertamina yang belum dibayar menumpuk paling tidak sejak tahun 2017 sampai sekarang ini.

Sementara Pertamina butuh uang banyak untuk pengadaan stok solar, membeli solar impor, membeli sawit untuk dicampur dengan solar, membiayai ongkos distribusi solar dan lain sebagainya.

Sebangak 15-16 miliar liter solar subsidi yang harus diadakan oleh Pertamina.

Sedikitnya uang yang harus disediakan mencapai Rp. 90 an triliun. Ini uang besar.

Sementara sebagian besar solar yang dikonsumsi adalah solar subsidi. Pertamina menalangi terlebih dahulu bahan baku solar minyak mentah, menalangi pembelian solar impor, membeli minyak sawit kepada taipan untuk dicampur dengan solar. Semua itu membutuhkan uang besar.

Baca juga :  Perampokan APBN

Apalagi disaat pemerintah sekarang sedang Tong Pes alias kantong kempes, sangat sulit bagi Pertamina untuk menagih piutang.

Atau sangat sulit bagi pemerintah untuk membayar utang. Apalagi Pertamina sendiri tidak akan berani menagih.

Sampai dengan laporan keuangan 2020 utang pemerintah di Pertamina yang belum dibayar pemerintah adalah  mencapai Rp 45 triliun utang bagian lancar dan Rp 51 triliun bagian utang bagian tidak lancar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

BPS: Sektor Pertanian Tumbuh Positif 2,59% di Kuartal ke IV

JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian
Ahmad Najib Qodratullah

Inflasi AS Melonjak, Najib Minta Pemerintah Jaga Rantai Pasok Logistik

JAKARTA-Kalangan DPR meminta pemerintah mewaspadai dampak inflasi yang terjadi di