Kemenangan PM Abe Positif Bagi Rupiah

JAKARTA-Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (23/7) diperkirakan menguat tipis karena respon positif pelaku pasar atas kemenangan partai Liberal Democratic Party (LDP) di tingkat parlemen yang membuat Shinzo Abe bertahan sebagai Perdana Menteri (PM) Jepang. “Rupiah diperkirakan bergerak di level 10.080-10.100 per dollar Amerika Serikat (AS),” ujar analis valas PT Harvest International Futures, Tonny Mariano di Jakarta, Senin (22/7).
Menurut dia, kemenangan ini memberikan optimisme berlanjutnya reformasi ekonomi di Jepang. Pelaku usaha di Jepang mengharapkan kemenangan ini bisa membuat PM Abe meloloskan kebijakan pemangkasan pajak perusahaan, melonggarkan kebijakan termasuk deregulasi untuk tenaga kerja, dan bergabung dengan perjanjian perdagangan bebas internasional.
Reformasi Abe kata dia diharapkan bisa membuat Jepang pulih dari stagnasi panjang dalam dua dekade ini. “Rupiah juga, terimbas positif kebijakan perbankan China setelah menghapus batas bawah suku bunga kredit pinjaman perbankannya,” tutur dia.
Selain itu lanjut dia, sentimen positif terhadap rupiah juga datang dari kawasan Eropa  setelah kekhawatiran pelaku pasar terhadap Portugal mereda. Meski negosiasi antar pimpinan partai di Portugal gagal, pernyataan dari presiden Portugal yang menegaskan tidak adanya pemilu dini membuat pasar sedikit berharap bahwa koalisi pemerintahan Portugal dapat bertahan. “Alhasil, dollar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro,” jelas dia.
Kendati demikian kata dia, tekanan terhadap rupiah masih belum berhenti menyusul kekhawatiran potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve. “Dari domestik, perlambatan ekonomi Indonesia, dan masih defisitnya neraca perdagangan Indonesia seiring masih tingginya harga minyak dunia masih menjadi beban rupiah untuk keluar dari zona negatif,” tutur dia.
Akan tetapi,  langkah Bank Indonesia yang mengeluarkan instrumen Foreign Exchange Swap diharapkan dapat menahan pelemahan nilai tukar rupiah lebih dalam.
Dengan adanya fasilitas itu maka dana asing yang berasal dari pasar modal dapat terdeteksi pergerakannya sehingga nilai tukar domestik dapat lebih stabil. “Fasilitas itu diharapkan mampu mengendalikan arus hot money  dan berdampak positif bagi rupiah,” pungkas dia

Baca :  OJK Terbitkan SE Kewajiban Penyampaian Laporan Selama Hari Libur