Kemenperin Terus Kembangkan Wirausaha Baru Industri

JAKARTA-Pemerintah terus melakukan berbagai upaya dalam mengatasi masalah pengangguran. Selain melalui Pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional, pemerintah juga menciptakan wirausaha baru industri kecil dan menengah (WUB IKM) juga merupakan kebijakan yang telah diamanatkan oleh Kepres Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional. “Intinya, membuka kesempatan luas kepada masyarakat untuk berusaha di sektor industri,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kementrian Perdagangan,  Euis Saedah pada Pembukaan Pameran Produk Unggulan Binaan Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) dan Wirausaha Baru Industri di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (6/11).

Pameran yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 6– 8 November 2013 serta  diikuti sebanyak 47 peserta terdiri dari 30TPL-IKM Angkatan 2008 perwakilan Provinsi dan 17 TPL-IKM Angkatan 2007 wirausaha baru dengan menampilkan berbagai komoditi Pangan, Kerajinan, Sandang, Kimia Bahan Bangunan dan Logam.

Euis berharap keberadaan WUB mampu menjadi lokomotif penggerak perekonomian daerah serta berperan dalam menanggulangi pengangguran dan menghambat urbanisasi.  Apalagi, peluang bagi para wirausaha untuk mengembangkan usahanya dan bisnisnya masih sangat terbuka. “Kita mempunyai sumber daya alam yang besar dan sumber daya manusia atau penduduk yang produktif tinggi jika dibandingkan dengan Negara lain, permintaan barang dan jasa bagi penduduk juga besar seiring lebih membaiknya daya beli masyarakat kita dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi makin baik,” kata dia.

Menurut dia, masyarakat yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin tinggi, maka akan memiliki modal atau capital yang akan ditransfer menjadi penemuan-penemuan baru, karya-karya baru, dan kreativitas baru. Semuanya ituadalah modal utama bagi seorang entrepreneur dan technopreneur atau wirausaha. “Dalam rangka mencetak tenaga industrial profesional sehingga mampu berperan sebagai wirausaha baru industri handal, Kementerian Perindustrian melalui Peraturan Menteri Perindustrian No.19/M-IND/PER/2/2007 melahirkan Program Beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan yang telah dimulai pada tahun 2007 dan berlangsung sebanyak 7 angkatan hingga tahun 2013,” jelas dia.

Melalui program tersebut, lanjut dia para tenaga muda berprestasi direkrut untuk mengikuti program pendididikan setingkat D3 pada Unit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Perindustrian. Setelah dinyatakan lulus, selanjutnya mereka di tempatkan sebagai Tenaga Penyuluh Lapangan Industri Kecil Menengah (TPL-IKM) dengan sistem kontrak selama dua tahun di Propinsi, Kabupaten/Kota sesuai daerah mereka berasal. Para TPL juga diterjunkan langsung ke Sentra IKM untuk bertugas melakukan penyuluhan atau pendampingan sekaligus menimba ilmu melalui pengalaman dalam berinteraksi langsung pada lingkungan industri.

“Berbekal ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa kuliah, pengalaman magang selama menjalani masa kontrak dua tahun sebagai penyuluh lapangan di industri kecil dan menengah serta pembekalan melalui Diklat Kewirausahaan yang telah diperoleh, para TPL diharapkan kelak selepas masa kontrak mampu menjadi wirausaha baru yang mengangkat perekonomian daerahnya,” tegas Dirjen IKM.

Baca :  Produk Alas Kaki Indonesia Memenuhi 3% Kebutuhan Dunia