Kredit Turun, Laba Bersih BINA di Kuartal I-2024 Melorot 44,2%

Selasa 23 Apr 2024, 8 : 59 pm
Ilustrasi

JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) pada Kuartal I-2024,  mencatatkan laba bersih senilai Rp 32,82 miliar atau anjlok 44,22 % (year-on-year) di tengah penurunan penyaluran kredit per 31 Maret tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan Bank Ina di Kuartal I-2024 yang dikutip Selasa (23/4/2024), bank yang dikendalikan oleh PT Indolife Pensiontama ini berhasil membukukan pendapatan bunga mencapai Rp 499,94 miliar atau bertumbuh 24,45 % dibandingkan perolehan di Kuartal I-2023 yang sebesar Rp 395,37 miliar.

Sayangnya, beban bunga yang dicatatkan BINA selama tiga bulan pertama tahun ini membengkak 46,35 % (y-o-y) menjadi Rp 317,95 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih di kuartal pertama tahun ini menjadi Rp 181,99 miliar atau hanya bertumbuh 2,17 %  (y-o-y).

Pada pos pendapatan operasional lainnya di Kuartal I-2024, Bank Ina hanya memperoleh Rp 6,25 miliar atau merosot 39,79 % (y-o-y).

Sementara itu, beban operasional lainnya selama tiga bulan pertama di 2024 justru meningkat 29,56 % (y-o-y) menjadi Rp 145,56 miliar.

Dengan demikian pada Kuartal I-2024, laba sebelum pajak yang dicatatkan oleh bank milik Salim Group ini menjadi Rp 42,68 miliar atau terperosok 42,94 % dibandingkan dengan laba sebelum pajak di Kuartal I-2023 yang mencapai Rp 74,8 miliar.

Akibat adanya beban pajak (netto) per 31 Maret 2024 yang sebesar Rp 9,86 miliar, maka laba bersih tahun berjalan yang dibukukan BINA menjadi Rp32,82 miliar atau melorot 44,22 % dibandingkan laba bersih tahun berjalan di Kuartal I-2023 yang sebesar Rp 58,84 miliar.

Total liabilitas BINA hingga akhir Kuartal I-2024 tercatat sebesar Rp 23,24 triliun atau membengkak 11,57 % (year-to-date), dengan jumlah dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 14,53 triliun atau meningkat 2,9 % (y-t-d).

Sementara itu, total aset BINA per 31 Maret 2024 tercatat Rp 26,81 triliun atau bertumbuh 9,97 % (y-t-d), dengan jumlah penyaluran kredit sebesar Rp 12,43 triliun atau menurun 1,97 % dibandingkan posisi per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 12,68 triliun.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Siap Beri Remunerasi, NISP Berencana Lakukan Buyback Saham

JAKARTA-PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) melaporkan, perseroan akan mengalokasikan

Cegah Politisasi, Pengawasan Dana Bencana Perlu Libatkan KPK-BPK

JAKARTA-Para capres yang sedang berkompetisi diingatkan untuk tidak mempolitisasi soal