Outstanding Dana Buyback Siap Masuk ke Pasar Capai Rp3,8 Triliun

ILustrasi

JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, nilai outstanding pembelian kembali (buyback) saham yang dialokasikan sejumlah emiten untuk kurun tiga bulan ke depan masih mencapai Rp3,8 triliun.

“Saat ini nilai buyback yang sudah terlaksana mencapai Rp1,4 triliun,” ujar Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia saat konferensi pers virtual usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (30/6).

Dia menyebutkan, realisasi buyback tersebut merupakan pelaksanaan oleh sebagian emiten dari 57 emiten yang berencana melakukan buyback secara bertahap dalam kurun tiga bulan pasca penyampain keterbukaan informasi mengenai buyback saham.

Dia mengatakan, sejauh ini alokasi rencana buyback yang sedang berjalan masih sebesar Rp4,3 triliun yang akan dieksekusi oleh emiten BUMN maupun non-BUMN.

Baca :  Investor Lokal di Pasar Modal Perlu Diproteksi

“Dari jumlah yang Rp4,3 triliun itu, sebesar Rp498,8 miliar sudah terealisasi. Jadi, ada Rp3,8 triliun lagi yang masih outstanding,” ucap Nyoman.

Lebih lanjut Nyoman berharap, nilai outstanding Rp3,8 triliun tersebut bisa secara optimal masuk ke market secara bertahap untuk kurun tiga bulan ke depan pasca keterbukaan informasi dari emiten yang akan melakukan buyback saham.

“Tentunya, jatuh tempo (masa buyback) akan bervariasi, tetapi berlakunya tetap tiga bulan,” imbuhnya.

Pada RUPST BEI hari ini, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Anggota Dewan Komisaris BEI Masa BaktiĀ 2020-2023, sehingga saat iniĀ susunan Dewan Komisaris BEI adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama: John A Prasetio

Komisaris: Mohammad Noor Rachman Soejoeti

Baca :  Demand Rendah, Pemerintah Diminta Jangan Paksa OJK dan Bank Tumbuhkan Kredit

Komisaris: Heru Handayanto

Komisaris: Karman Pamurahardjo

Komisaris: Pandu Patria Sjahrir.