PDIP Tunjuk Ajudan Bung Karno Gantikan TK

JAKARTA-Teka-teki pengganti  almarhum Taufik Kiemas  sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akhirnya terjawab sudah. PDI Perjuangan menunjuk Sidarto Danusubroto  yang juga mantan ajudan Bung Karno untuk mengisi posisi yang ditinggalkan politisi senior PDI Perjuangan itu.

Kepastian penunjukan Sidarto disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri usai bertemu dengan seluruh pimpinan MPR di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. “Ibu ketua umum dalam pertemuan silaturahmi tersebut menyampaikan nama senior partai anggota MPR RI atau Ketua DPP PDI Perjuangan dan mantan ajudan Bung Karno, Bapak Sidarto sebagai ketua MPR sebagaimana usulan PDI Perjuangan untuk meneruskan tugas Ketua MPR Bapak HM Taufiq Kiemas sampai selesai Tahun 2014,” jelas Sekretaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/7).

Keputusan ini, lanjut Tjahjo, akan segera ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat resmi melalui fraksi MPR PDI Perjuangan yang akan diteruskan ke pimpinan MPR. “Keputusan ibu Ketua Umum PDI Perjuangan akan disampaikan secara resmi melalui Fraksi PDI Perjuangan MPR RI untuk diteruskan kepada pimpinan MPR RI sebagaimana tatib MPR RI,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mengatakan, Sidarto adalah tokoh senior, bahkan melebihi Taufiq Kiemas.

Menurut dia, sosok Sidarto memiliki pengalaman dan figur yang memadai sebagai ketua MPR. “Pak Sidarto seorang tokoh senior, bahkan lebih senior dari almarhum Pak Taufiq Kiemas. Punya pengalaman politik yang sangat panjang dan kaya. Dan juga pengalaman di Polri yang sangat panjang. Saya rasa figur yang cukup memadai,” jelas Hajriyanto, Kamis (4/7).

Dia menjelaskan, pelantikan Sidarto akan segera dilakukan oleh MPR setelah pihaknya menerima surat resmi dari Fraksi PDI Perjuangan MPR. Setelah itu, lanjutnya, Sidarto akan diambil sumpah. “Pimpinan MPR menunggu surat resmi dari Fraksi PDI Perjuangan MPR. Setelah menerima surat itu Rapim MPR akan mengambil keputusan. Baru kemudian pengambilan sumpah,” tandasnya.

Pujian tentang sosok Sidarto juga disampaikan Mantan Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. “Saya sangat menyambut positif, dan itu pilihan tepat,” kata Hidayat.

Hidayat mengenal sosok Sidarto yang dinilai memiliki kemampuan dan kapasitas menduduki jabatan tersebut. “Saya bahkan secara khusus bersama beliau di Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Saya ketuanya, beliau wakil. Beliau orang yang tepat untuk menggantikan dan melanjutkan posisi pak Taufiq. Beliau juga punya kedekatan dengan partai nasionalis maupun partai Islam. Beliau komunikatif dan menjadi penjembatan. Beliau Soekarnois. Itu bagian dari kenegarawanan beliau,” kata Hidayat.

Siapakah Sidarto?

Pria kelahiran Pandeglang, Banten, 11 Juni 1936. Dia menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Angkatan VII (1962). Juga di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta (1965).

Perjalanan kariernya, menjadi ajudan Presiden Soekarno (1966-1968), Kadispen Polri (1975-1976), Kepala Interpol (1976-1982). Lalu, menjadi Wakapolda Jawa Barat (1985-1986), Kapolda Sumatera bagian Selatan (1986-1988), dan Kapolda Jawa Barat (1988-1991). Pangkat terakhirnya Mayjen (Pol).

Karier legislatifnya dimulai saat menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP (1999-2004). Lalu, lolos lagi ke Senayan untuk dua periode berikutnya. Pada Pemilu 2009, dia meraih 54.102 suara di Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII (Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kota Cirebon).

Selain menjadi anggota Komisi I DPR, Sidarto kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).