Pembentukan Holding Pelindo Ratakan Infrastruktur Pelabuhan

Pemandangan Hotel Inaya Bay dan Kawasan Marina yang diresmikan Presiden Jokowi di Manggarai Barat, Provinsi NTT, Senin (20/1).

JAKARTA- Program tol laut yang menjadi priotas pembangunan Indonesia sangat terdukung dengan adanya proses pembentukan holding BUMN Kepelabuhanan. Pembangunan infrastruktur pelabuhan semakin digalakkan dan dipercepat agar pelayanan sesuai standar. “Tentu diperlukan kesiapan tim yang solid untuk membentuk holding BUMN Pelindo,” kata anggota Komisi VI DPR Nasim Khan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sebab, kata anggota Fraksi PKB, perusahaan induk ini (super holding) harus sehat dan manajemennya harus bagus dan transparan. Artinya perlu dilihat laporan audit perusahaan itu. “Mana yang paling untung dan memiliki manajemen yang lebih baik, transparan, akuntabel & lebih dipercaya konsumen dengan banyaknya pelayanan yang bagus. Jadi harus jeli melihat,” tambahnya.

Baca :  Tinjau Ulang Rangkap Jabatan Komisaris BUMN

Menurut Nasim Khan, pembentukan Super Holding Pelindo, ada keuntungannya. Jika satu anak perusahaan rugi, maka anak perusahaan lain yang menguntungkan, maka dapat membantu perusahaan yang rugi tersebut. “Kemudian pengendalian anak-anak perusahaan akan sama, sebab diatur oleh perusahaan induk,” ungkapnya lagi.

Disinggung kemungkinan Super Holding Pelindo ini bisa menyaingi Singapura, Politisi PKB ini mengaku langkah itu bukanlah sekedar unjuk kekuatan. Karena mungkin bukanlah prioritas utama menyalip Singapura. “Karena yang lebih penting adalah peningkatan kualitas pelayanan dengan standar internasional. Dari pelayanan inilah, dunia akan menilai,” paparnya.

“Jika kita terus berbenah diri, Insya Allah bisa menyediakan pelabuhan internasional yang paling baik di dunia. Bukan sekedar menyaingi Singapura”

Baca :  Per Akhir Agustus, PTPP Raih Kontrak Baru Sebesar Rp11,24 Triliun

Sebelumnya Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC Elvyn G Masassya mengaku siap terhadap rencana pemerintah untuk mengintegrasikan atau menggabungkan perusahaan pelabuhan peti kemas dalam sebuah holding, dengan tujuan efektifitas, efisien dan meningkat produktifitas kerja. “Saya total mendukung rencana integrasi itu,” ujar Elvyn di Jakarta.

Elvyn menambahkan pengelolaan pelabuhan itu sebenarnya cukup sederhana. Yaitu bagaimana menghasilkan layanan yang lebih cepat, layanan yang lebih mudah, layanan lebih efisien. Ketiga lini ini hanya hisa di raih kalau system operasionalnya sama, peralatan kualitasnya sama dan infrastruktur pelabuhannya standarnya sama.

“ Itu hanya bisa dilakukan secara efektif kalau strategi besarnya, pengelolaannya terintegrasi,” ujarnya.

Terhada kesiapan Pelindo II dalam menghadapi opsi pembentukan holding di bidang Pelabuhan ini, Elvyn pun menyerahkan sepenuhnya pada para pemegang saham Pelindo II. Namun prinsipnya ia siap dan mendukung terhadap rencana pembentukan holding BUMN bidang Pelabuhan ini.

Baca :  Taspen Sabet Award BUMN Paling Informatif

“Itu tergantung dari kewenangan para pemegang saham. Saya menangkap, menyakini added value dari integrasi ini akan sangat tinggi, bahkan bisa memberikan multi efek positif kepada perekonomian Indonesia,” pungkasnya. ***