Rupiah Diprediksi Tetap Melemah

Monday 27 May 2013, 11 : 31 am

JAKARTA-Nilai tukar rupiah diperkirakan masih mengalami tekanan terhadap dolar AS.Perdagangan di pasar Asia hari ini kemungkinan akan terkoreksi didukung dengan indeks futurenya tercatat turun. “Begitupun untuk rupiah, masih akan tertahan di kisaran antara Rp 9.770-Rp 9.780 per dollar AS,” kata ekonom Samuel, Lana Soelitianingsih di Jakarta, Senin, (27/5)

Lebih jauh Lana menambahkan potensi tekanan masih menggelayuti rupiah pada perdagangan awal pekan ini. Riset Samuel Sekuritas Indonesia memerkirakan gerak rupiah tidak akan bergerak secara significant.  

Meski kemarin, nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat menjadi Rp 9.774 per dollar AS walaupun sempat melesat ke Rp 9.814 per dollar AS pada akhir pekan lalu. Selain mendapat penjagaan BI, rupiah juga terbawa penguatan yen yang ditutup kembali ke 101,31 per dollar AS.

Sebagian besar bursa Asia juga menguat termasuk bursa Indonesia (IHSG) yang ditutup naik 0,66 % menjadi 5.155,09.

Sedangkan bursa global ditutup variatif. Indeks Dow mencatat kenaikan tipis menjadi 15.303,1 dan imbal hasil Treasury bond 10 tahun turun menjadi 2,008 % (-0,008).

Namun demikian, banyak kalangan memperkirakan nilai tukar dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (27/5/2013) ditransaksikan menguat terhadap sebagian besar mata uang Asia-Pasifik.

Dari 11 mata uang di Asia Pasifik, dolar AS menguat terhadap delapan mata uang, melemah terhadap dua mata uang, dan stagnan terhadap satu mata uang Asia. Adapun, pada Senin (27/5/2013) pukul 08.14 WIB, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 0,62% ke Rp9.835.

Selain terhadap rupiah, dolar AS juga ditransaksikan menguat terhadap dolar Australia, dolar Selandia Baru, dolar Hong Kong, dolar Singapura, dolar Taiwan, peso, dan ringgit. **can

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Gubernur: Libatkan Masyarakat Dalam Proses Produksi Perusahaan

SURABAYA-Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo meminta perusahaan agar melibatkan masyarakat

Satu Juta Petani Jatim “Alih Profesi”

JAKARTA-Jumlah usaha rumah tangga pertanian di Jawa Timur mengalami penurunan