Potensi Pencurian Data Nasabah Masih Terjadi

Senin 25 Mar 2013, 9 : 35 pm
by

JAKARTA-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YKLI) memperkirakan, potensi pencurian data nasabah masih akan terus terjadi karena banyak sekali kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia.  Salah satu kelemahannya adalah  perbankan Indonesia belum memiliki kebijakan privasi atau kebijakan kerahasiaan (privacy policy). “Jadi, pencurian data ini bisa bersumber dari bank maupun dari konsumen. Karena itu, bank harus bisa membuktikan, apakah bocornya data itu dari bank atau non bank,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo di Jakarta, Senin (25/3).

Berdasarkan hasil survey YLKI,  ujar dia tidak banyak bank penerbit kartu kredit di Indonesia memiliki privacy policy.  Padahal, privacy policy ini sangat penting karena memuat komitmen bank dalam  menjaga data-data nasabah.

Selain itu, jelas dia penerbit kartu kredit di Indonesia belum digaransi oleh pihak ketiga (privacy service). “Kalau kita lihat di AS dan Eropa itu banyak menggunakan trustee. Karahasiaan data pribadi digaransi oleh pihak ketiga sehingga kalau ada masalah maka pihak ketiga inilah yang membuktikan apakah kebocoran data itu bersumber  dari pihak bank atau bukan,” imbuh dia.

Disamping itu lanjut dia, di Indonesia belum banyak perbankan yang mempunyai privacy officer. Padahal, privacy officer ini bertanggungjawab terhadap perlindungan data pribadi. “Dengan tidak ada itu maka sangat terbuka, kebocoran data nasabah bersumber dari bank.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

TPDI

TPDI: KPK Jadi Alat Politik Belah Bambu

JAKARTA-Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus menilai Komisi
Henry J Gunawan

Aib Henry J Gunawan Palsukan Keterangan Nikah Terungkap Saat Ajukan Perlawanan Eksekusi

SURABAYA-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Ali Prakoso