Presiden Ajak Masyarakat Tidak Kemakan Isu Medsos

Ilustrasi

MAJALENGKA-Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat agar jangan mudah kemakan isu-isu terutama di media sosial (medsos). Berbeda dengan koran dan stasiun televisi yang memiliki redaktur yang bisa menyaring, di media sosial setiap orang bisa berpendapat dan mengunggah konten tanpa disaring.

“Jangan sampai hal-hal tidak ada filter itu kita percayai. Tolong klarifikasi, tolong ditanyakan kepada yang lain sehingga ada penyaringnya,” tutur Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan 240 (dua ratus empat puluh) sertifikat hak atas tanah wakaf, di Masjid Agung Al Imam, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5).

Kepala Negara mengingatkan agar berhati-hati dengan media sosial, yang juga banyak diisi kabar negatif dan bohong namun sering dipercaya banyak orang.

Baca :  Pemerintah Antisipasi Calon Tunggal di Pilpres 2019

“Omongan banyak yang satu sampai seratus dipotong hanya lima, konteksnya tidak pas, menjadi tidak benar. Kita percaya, ya bisa keliru kita,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku pernah diinterogasi 4 mata oleh kiai pengasuh pondok terkait isu dirinya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Interogasi ini terjadi saat Presiden Jokowi berkunjung ke sebuah pondok pesantren.

“Beliau meminta klarifikasi, tabayun untuk yang berkaitan dengan tuduhan PKI itu, karena memang yang namanya politik itu kadang-kadang jahatnya seperti itu,” kata Presiden.

Presiden kembali menegaskan bahwa saat PKI dibubarkan di tahun 1965 dirinya masih berusia 3-4 tahun. Karena itu, sangat tidak mungkin dirinya menjadi anggota PKI.

Baca :  Rano Karno Resmi Jabat Gubernur Banten

“Masa ada PKI balita? Logikanya enggak masuk tapi ada yang mempercayai,” ungkap Presiden.

Mendampingi Presiden antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Jalil, Staf Khusus Presiden Abdul Ghofarrozin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Bupati Majalengka Sutrisno.