Ruhut Dukung KPK Boleh Bawa Senjata Saat Geledah Ruangan

JAKARTA-Kontroversi soal penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membawa personel Brimop bersenjata laras panjang saat melakukan penggeledahan ruangan anggota DPR terus mengemuka.

Bahkan lain fraksi lain pula pendapatnya. Malah Partai Demokrat tak mendukung sikap KPK. “Dulu waktu KPK menggeledah ruangan Sutan Bhatoegana juga begitu kok. Tapi kita tidak ada penolakan dari partai. Kita dukung KPK,” kata anggota Komisi III DPR RI Ruhut Sitompul di Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Menurut juru bicara Partai Demokrat itu, tidak ada yang salah dengan penggunaan senjata api laras panjang oleh Brimob saat mengawal penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah di ruang kerja anggota parlemen pada Jumat, (15/1) lalu. “Wah enggak ada masalah itu. Itu sudah protap bagi KPK,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Ruhut juga mencontohkan saat rekan satu partainya tersangkut kasus korupsi dan kini sudah menjadi tahanan KPK. “Partai Demokrat saat itu, tidak memberikan penolakan ataupun reaksi-reaksi negatif terhadap upaya penegakkan hukum oleh KPK,” tuturnya.

Jika ada pihak-pihak yang ingin melakukan revisi undang-undang KPK lantaran penggeledahan tersebut, bagi Ruhut itu bukan persoalan serius.

Sebab, hingga saat ini Ruhut menilai rakyat masih cinta dan membutuhkan lembaga penegak hukum bidang korupsi tersebut. “Kalau mau revisi undang-undang KPK yang silahkan saja. Tapi siap-siap saja berhadapan dengan rakyat. Apakah mau partainya ditinggalkan rakyat? Silahkan saja,” imbuhnya. **aec