Rupiah Kembali Melemah

Thursday 31 Oct 2013, 6 : 15 pm
Ilustrasi

JAKARTA-Nilai tukar rupiah masih terus melemah. Malah pada sorenya turun 95 poin. Dalam transaksi antarbank di Jakarta, nilai tukar rupiah menuju level Rp11.273 dibanding kemarin Rp11.178 per dolar AS. “Diperkirakan Oktober akan kembali inflasi namun tidak terlalu tinggi, maksimum sebesar 0,4 persen,” kata analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Kamis,(31/10).

Menurut Rully, pelaku pasar cenderung menahan transaksi untuk masuk ke rupiah menyusul ekspektasi data ekonomi Indonesia yang akan di umumkan pada Jumat (1/11) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) cenderung kurang baik.

Neraca transaksi berjalan Indonesia diperkirakan kembali mencatatkan defisit, sambung Rully, kondisi itu disebabkan masih melemahnya ekspor dalam negeri. “Situasi ini, didorong oleh faktor teknikal, dalam beberapa hari terakhir nilai tukar domestik cenderung menguat terhadap dolar AS,” terangnya.

Rully memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada akhir pekan (Jumat, 1/11) berada di kisaran Rp10.900–Rp11.200 per dolar AS.

Sementara itu, analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir menambahkan investor cenderung khawatir dikarenakan the Fed mungkin masih mempertimbangkan pengurangan pemberian stimulus dalam waktu dekat. “Kondisi itu cukup memberikan sentimen negatif bagi rupiah terhadap dolar AS,” paparnya

Zulfirman menambahkan pelaku pasar uang juga sedang berhati-hati menanti data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang akan dirilis pada awal November. “Prediksi menunjukan inflasi Indonesia akan kembali meningkat untuk bulan Oktober dan neraca perdagangan kembali defisit di September,” imbuhnya. **cea

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Taiwan Didorong untuk Investasi di Industri Elektronika

JAKARTA-Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin terus berupaya menarik investorluar negeri
Petrus Salestinus

Langgar Hukum dan HAM ASN, TPDI Desak Cabut SKB 3 Menteri

JAKARTA-Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus mendesak Mendagri,