Struktur Utang Indonesia Sehat

Tuesday 29 Apr 2014, 2 : 15 pm
by

JAKARTA-Standard & Poor`s melakukan afirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BB+/stable outlook. Gubernur Bank Indonesia (BI) , Agus D.W. Martowardojo menegaskan afirmasi peringkat dari Standard & Poor’s merupakan pengakuan atas komitmen Indonesia dalam menempatkan stabilitas sebagai prioritas di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian. “Terjaganya fundamental makroekonomi dan respon kebijakan otoritas perekonomian telah menjadi perhatian Standard & Poor’s,” ujar Agus Marto di Jakarta, Senin (28/4).

Sejauh ini katanya BI telah melakukan respon kebijakan melalui bauran kebijakan yang terdiri dari kebijakan kenaikan suku bunga kebijakan, kebijakan nilai tukar yang lebih fleksibel dan sesuai dengan faktor fundamentalnya.

Selain itu kebijakan pendalaman pasar keuangan, kebijakan makro prudensial, koordinasi kebijakan dengan Pemerintah termasuk kerjasama dengan bank sentral lainnya dan penguatan strategi komunikasi. “Ke depan,  BI akan tetap menjaga komitmen dalam mengawal perekonomian dan sistem keuangan dengan tetap mengadopsi kebijakan yang konsisten, upaya pendalaman pasar  keuangan, dan terus melakukan penguatan strategi komunikasi,” pungkasnya.

Dalam siaran pers S&P, dijelaskan kondisi fiskal dan struktur utang yang sehat serta prospek pertumbuhan yang cukup kuat merupakan faktor kunci yang mendukung afirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia. Di sisi lain, kondisi kelembagaan yang relatif lemah, PDB per kapita yang rendah dan kerentanan eksternal merupakan faktor-faktor yang menjadi risiko bagi Sovereign Credit Rating Indonesia. Standard & Poor`s juga berkeyakinan kebijakan ekonomi Indonesia yang berkesinambungan akan tetap terjaga pasca pemilihan presiden pada bulan Juli 2014.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

PT Samudera Indonesia Tbk

Juli 2023, Penyaluran Kredit Naik, Uang Beredar Tumbuh  6,4%

JAKARTA-Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada

BI Rate Bertahan di Level 7,5%

JAKARTA-Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan