Terkait Bom Monas, Pemerintah Mesti Larang Peringatan 212

Tuesday 3 Dec 2019, 3 : 32 pm
by
ilustrasi

JAKARTA – Ibukota kembali diguncang ledakan yang diduga berasal dari granat berbungkus kantong plastik. Lokasi kejadian berada di area Monas dekat Kemendagri.

Sehari sebelumnya, lokasi Monas dipakai massa 212 menggelar peringatan Aksi Bela Islam. Akibat ledakan tersebut telah jatuh korban berjumlah 2 orang, menderita luka-luka.

“Untuk insiden ini, kami KOMUNITAS SPARTAN NUSANTARA mengutuk keras pelaku teror ini dan mendorong aparat kepolisian mengusut tuntas guna mendapat petunjuk tentang motif dan juga pelakunya,” ujar Ketua Umum KOMUNITAS SPARTAN NUSANTARA, Gus Arya di Jakarta, Selasa (3/12).

Menurutnya, sekiranya insiden tersebut memiliki kaitan dengan Aksi Bela Islam yang digelar massa simpatisan 212 maka pemerintah wajib menjadikan aksi ini terlarang untuk tahun-tahun selanjutnya.

Baca juga :  Pendeta Pendukung Anies Sebut Anies Mirip Yesus

“Kami kutuk aksi ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap bangsa dan negara di hadapan isu terorisme dan radikalisme,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

BI Apresiasi Implementasi Interkoneksi E-Ticketing di PT KAI

JAKARTA-Gebyar Gerakan Nasional Non Tunai terus berlanjut. Bank Indonesia (BI)

IGJ: APEC Menyelamatkan ASEAN RCEP dan TPP

JAKARTA-Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama