Utamakan Investor Lokal Beli Bank Mutiara

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta turun tangan terkait rencana penjualan PT Bank Mutiara Tbk (BCIC). Pasalnya, dominasi asing perlu direm di sektor perbankan. “OJK harus berpikir ke arah konteks perbankan, menurut saya jangan diberi ke asing,” kata pengamat ekonomi Universitas Katolik Atma Jaya Prasetyantoko,  Senin,(16/06/2014).

Menurut Prasetyantoko, selaku regulator mestinya OJK perlu campur tangan dan tak boleh tinggal diam dalam keputusan terkait pengambilalihan saham eks Bank Century ini.   “Memang LPS harus memilih dari penawaran tertinggi tapi ada pertimbangan, harus dikelola secara kelembagaan paling tidak sektor keuangan kita, OJK harus punya peran kepada siapa dan berapa,” terangnya.

Lebih jauh Prasetyantoko, asing memang sangat berambisi mengusai sektor perbankan Indonesia. Berapa pun harganya, kata dia, asing akan berusaha mencari celah untuk masuk pasar perbankan Indonesia. “Saya sangat yakin meskipun ada kasus Century, pasti investor asing sangat ngiler masuk ke perbankan,”ujarnya.

Baca :  BRI Kucurkan Kredit ke KBN Rp 535,5 Miliar

Menurut Pras, Industri perbankan diyakini asing bisa menjadi mesin uang. “Jadi Walaupun harus mengeluarkan harga lebih, asing  pasti mau karena untuk akses masuk ke sektor perbankan kita. Begitu ada satu bank yang membuka, pasti akan masuk tapi apakah kita akan membiarkan dominasi asing masuk ke kita? Bukan berarti saya anti asing,” paparnya

Terkait hal itu, Pras menambahkan, pihaknya mendorong agar perbankan dalam negeri bisa menjadi pemilik baru Bank Mutiara. “Bukan sesuatu yang aneh jika Bank Mutiara dimiliki grup perbankan besar dalam negeri. Dimungkinkan meskipun harga yang diajukan lokal tidak sebesar asing tapi paling tidak ada dominasi asing,” pungkasnya. (ek)