15 Tahun Manggarai Barat Hebat

152

Begitu tepatnya untuk mengungkapkan betapa pesatnya kemajuan kota Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat saat ini sejak Manggarai Barat ditetapkan sebagai sebuah kabupaten otonom 15 tahun lalu.

Labuan Bajo di bawah kepemimpinan Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Drs Agustinus Ch Dula dan Wakil Bupati drh. Maria Geong, Ph.D berubah menjadi sebuah tanah ‘terjanji’, yang mendorong ratusan ribu wisatawan keluar masuk, silih berganti datang mengunjungi kota ini. Bahkan jumlah wisatawan yang datang dalam satu tahun kalender saat ini, melebihi jumlah warga Kecamatan Komodo itu sendiri yang hanya berjumlah kurang lebih 50 ribu jiwa.

Pesatnya aktifitas kota Labuan Bajo secara khusus di sektor pariwisata telah merubah wajah kota ini dari yang tadinya hanya sebatas sebuah kota nelayan menjadi kota futuristic atau kota masa depan. Investasi-investasi yang bernilai besar ramai menghampiri kota ini sehingga mendorong perekonomian daerah dan masyarakatnya ikut menggeliat bak jamur di musim hujan. Investasi-investasi ini telah memberi warna baru pertumbuhan dan perkembangan kota Labuan Bajo sekaligus memberi ruang berusaha dan berkarya bagi generasi-generasi muda di Manggarai Barat.

Untuk mengukur seberapa pesatnya kemajuan Manggarai Barat di sector pariwisata dapat dilihat dari indicator sebuah daerah ditetapkan sebagai sebuah daerah destinasi wisata prioritas nasional. Suatu daerah disebut sebagai sebuah destinasi wisata apabila memiliki 3 elemen dasar atau yang sering sering disebut dengan TRIPLE A, yaitu ATRAKSI yaitu memiliki daya tarik obyek-obyek wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Binatang Komodo yang ada di di Pulau Rinca dan Pulau Komodo tetap menjadi ikon utama pariwisata Labuan Bajo, selain itu keindahan Pulau Padar sebagai salah satu spot hiking, pantai pink beach, manta point, sebayur, sabolo, dll sebagai spot-spot utama pecinta snorkeling dan diving telah berubah menjadi daya tarik unggulan lain selain Komodo.

Di darat sendiri, Labuan Bajo juga memiliki daya tarik-daya tarik wisata seperti Gua Batu Cermin, Kawasan Kuliner Kampung Ujung, Top View Puncak Waringin dan menuju kearah selatan air terjun cunca wulang, cunca rami di sano nggoang dan desa wisata adat Liang Dara yang semakin melengkapi daya tarik wisata Labuan Bajo ini.  AKSESIBILITAS yaitu akses masuk ke Labuan Bajo baik udara, darat dan laut dimana saat ini sudah hamper 15 kali penerbangan keluar dan masuk Labuan bajo setiap harinya. Penerbangan langsung dari Jakarta pun sudah menambah kemudahan wisatawan menuju Labuan Bajo dengan hadirnya maskapai Garuda dan Batik Air, belum lagi jadwal FERI dan PELNI yang semakin intens keluar dan masuk pelabuhan Labuan Bajo. Serta AMENITAS yaitu fasilitas-fasilitas pendukung yang memberikan kenyamana bagi wisatawan selama berada di Labuan Bajo. Hotel-hotel berbintang yang semakin tumbuh dan berkembang, belum lagi menjamurnya pembangunan homestay-homestay bagi ‘backpacker’. Fasilitas air minum bersih, listrik, jalan raya serta pengolahan sampah yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah didukung oleh program-program yang datang dari pusat. Rumah sakit, perbankan dan money changer semakin melengkapi keberadaan Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata favorit di Indonesia.

Diusianya yang ke 15 tahun ini, Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo, semakin memberikan warna dan arti tersendiri bagi kota Labuan Bajo, dimana daerah ini ditetapkan sebagai TOP FOUR destinasi wisata untuk para peserta Annual Meeting International Moneter Fund – World Bank (AM IMF-WB 2018). Karena itu, pemerintah pusat memberikan perhatian serius dalam menata dan membangun Destinasi Wisata Labuan Bajo ini melalui berbagai program-program penguatan infrastruktur dasar di Labuan Bajo, seperti, ATRAKSI, pembangunan REST AREA dan Souvernir shop di Puncak Waringin dan Batu Cermin, penataan obyek wisata Liang Dara, Komodo, Padar dll. AKSESIBILITAS, pengadaan dan pembangunan travelator (tangga berjalan) yang menghubungkan apron ke terminal penumpang Bandara Komodo, penguatan WiFi di bandara, perbaikan drop off penumpang dan parkiran serta jaringan air bersih di Bandara. Penataan jalan raya utama Soekarno-Hatta Labuan Bajo serta beberapa akses jalan menuju lokasi wisata, perbaikan sarana dan prasarana pelabuhan. Sedangkan untuk AMENITAS, pembangunan dan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum sebanyak 267 titik di lokasi-lokasi strategis, penambahan pompa booster di intermediate Marombok untuk menambah tekanan / daya tolak air ke dalam kota, pembangunan sarana pengolahan akhir di TPA Warloka dan masih banyak lagi program dan kegiatan lainnya.

Kota Prestasi

Dibawah duet Drs Agustinus Ch Dula dan Wakil Bupati drh. Maria Geong, Ph.D, berbagai perestasi dalam bidang pemerintahan juga diraih dareh pemerintah bumi Komodi ini. Prestasi  itu diantaranya meraih Sertifikat Adipura, Laporan Kinerja Pemerintah (LAKIP) bernilai baik dll.

Semua prestasi ini menggambarkan tata kelola (good goverment) pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat sudah baik sesuai dengan parameter yang ditetapkan pemerintah pusat.

Torehan prestasi yang diraih saat ini bukanlah akhir dari perjalanan panjang Kabupaten Manggarai Barat. Tetapi pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan termasuk dengan memberi layakan prima kepada masyarakat Manggarai Barat. Karena hakekatnya, pemerintah  bekerja DARI dan UNTUK masyarakat menuju Manggarai Barat yang maju, sejahtera dan makmur.

Kinerja dan prestasi pemerintahan akan bermakna jika tidak didukung data-data yang bersifat kualitatif, akurat dan akuntabel. Untuk itu, berikut disampaikan beberapa pencapaian yang berhasil diraih oleh pemerintah kabupaten manggarai barat, khususnya pada tahun 2017 yang lalu.

  1. APBD Kabupaten Manggarai Barat Tahun Anggaran 2017.

Untuk kali pertama total APBD Kabupaten Manggarai Barat pada Tahun Anggaran 2017 telah menyentuh angka satu triliun atau lebih tepatnya pada APBD induk tahun 2017 sebesar Rp 1.078.252.034.715,93 (satu triliun tujuh puluh delapan miliar dua ratus lima puluh dua juta tiga puluh empat ribu tujuh ratus lima belas rupiah sembilan puluh tiga sen) dan pada APBD Perubahan 2017 meningkat lagi menjadi Rp 1.151.102.901.374,28 (satu triliun seratus lima puluh satu milyar seratus dua juta sembilan ratus satu ribu tiga ratus tujuh puluh empat rupiah dua puluh delapan sen).

  1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2017.

Hal yang sama juga terjadi pada total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat yang terus mengalami tren positif bahkan sangat signifikan bila dibandingkan dengan pad kabupaten lain di Provinsi NTT. Pad pada APBD induk telah mencapai Rp 98.000.000.000,- (sembilan puluh delapan miliar rupiah) dan pada APBD perubahan 2017 meningkat lagi menjadi rp.125.840.057.453,- (seratus dua puluh lima milyar delapan ratus empat puluh juta lima puluh tujuh ribu empat ratus lima puluh tiga rupiah).

  1. Pertumbuhan PDRB Kabupaten Manggarai Barat tahun 2016.

Dari tahun ke tahun total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Manggarai Barat terus mengalami kenaikan yang signifikan. Terakhir PDRB Kabupaten Manggarai Barat tahun 2016 yang dihitung atas dasar harga berlaku mencapai Rpp 2.651.081.000.000,- meningkat dari Rp 2.417.677,300.000,- pada tahun sebelumnya.

  1. Pertumbuhan Ekonomi tahun 2016.

Pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu indikator progres pembangunan di daerah menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi kabupaten manggarai barat tahun 2016 tercatat sebesar 4,76%, terus mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya sebesar 4,45% tahun 2015 dan 4,08% pada tahun 2014.

  1. Pertumbuhan PDRB perkapita tahun 2016.

Hal yang sama juga berlaku pada angka pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)  perkapita yang juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Terakhir PDRB perkapita tahun 2016 mencapai rp.10.292.185,- meningkat dari rp.9.606.813,- pada tahun sebelumnya.

  1. Laju Inflasi tahun 2016.

Laju inflasi Kabupaten Manggarai Barat 2 tahun terakhir terus terkendali dengan baik, tercatat laju inflasi sebesar 4,67%, menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,32%.

  1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

IPM Kabupaten Manggarai Barat sebesar 60,04 dan menempati peringkat 15 dari seluruh kabupaten/kota se-provinsi NTT. Meskipun demikian, IPM Kabupaten Manggarai Barat relatif masih lebih baik dari kabupaten/daerah otonom baru di Provinsi NTT yang usia penyelenggaraan pemerintahannya relatif sama dengan Kabupaten Manggarai Barat.

  1. Persentase Penduduk di atas garis kemiskinan.

Persentase penduduk di atas garis kemiskinan mencapai 80,65% dari total penduduk Manggarai Barat sebanyak 256.491 jiwa, meningkat dari keadaan tahun 2016 sebesar 79,82%. Hingga akhir tahun 2017, jumlah penduduk miskin kabupaten manggarai barat tinggal 49.550 jiwa.

  1. Indeks Gini tahun 2016.

Indeks gini Kabupaten Manggarai Barat tahun 2016 mencapai 0,36, menunjukkan ketimpangan pendapatan masyarakat yang relatif masih cukup baik. Koefisien Gini diupayakan agar dapat mendekati angka 0 untuk menunjukkan adanya pemerataan distribusi pendapatan antar penduduk. Sebaliknya, koefisien Gini bernilai 1 menunjukkan ketimpangan yang sempurna, atau satu orang memiliki segalanya sementara orang-orang lainnya tidak memiliki apa-apa. (advertorial)