Ajak PT Pos, MPR: Perangko 4 Pilar Dicetak 1000 Keping

38
Anjasmara

JAKARTA-Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggandeng PT Pos Indonesia guna menerbitkan Perangko 4 Pilar. Salah satu tujuannya, mengajak masyarakat untuk merawat keindonesiaan.

Adapun total penerbitan perangko 4 Pilar ini untuk tahap pertama mencapai 1000 keping. Perangko jenis ini dalam PT Pos Indonesia masuk kategori Prisma, yang bukan sembarang perangko. “Ya, seribu keping dengan harga masing-masing Rp5000. Ada empat jenis perangko 4 Pilar,” kata Sekretaris Jendral MPR RI, Ma’ruf Cahyono saat meluncurkan Prangko 4 Pilar di Gedung Parlemen, Senayan, Jumat (29/3/2019).

Hadir dalam peluncuran tersebut, Direktur Pos Direktorat Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika Kemenkominfo Ikhsan Baidirus, Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah, Kepala SBU Non Uang Peruri Fadel, Kepala Regional IV Jakarta PT Pos Indonesia Onni Hadiyono, filatelis, blogger dan sejumlah undangan lainnya. “Jumlah pencetakan perangko akan disesuaikan dengan kebutuhan. Masing-masing bergambar, Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD NRI,” tambahnya.

Lebih jauh kata Ma’ruf Cahyono, Prangko 4 Pilar MPR tersebut adalah merupakan terobosan yang luar biasa. “Atas nama pimpinan MPR, lembaga kesetjenan MPR, saya ucapkan terima kasih atas kerjasa sama, dan proses ini tidak mudah, sehingga misi MPR meuwjudkan metode 4 Pilar sampai ke semua segmentasi masyarakat bisa terwujud,” terangnya.

Segala daya dan upaya, seluruh cara dan metoda kata Maruf, telah dilakukan untuk bumikan nilai 4 Pilar.
“Jadi saya kira ini satu terobosan luar biasa. Saya sungguh berbahagia karena saya juga bangga sekali adanya Prangko 4 pilar,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemberitaan MPR RI, Siti Fauziah menjelaskan, selama ini lembaganya terus melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR dengan berbagai metode ke berbagai lapisan masyarakat di seluruh penjuru nusantara.

“Sudah banyak metode kitra lakukan, di tingkat sekolah dasar misalnya, dilakukan dengan lomba menggambar, mewarnai, SMP dan SMA lewat cerdas cermat, hingga debat konstitusi di level universitas,” jelasnya.

Tidak hanya itu, MPR juga menggelar sosialisasi dengan melibatkan kaum milenial dengan metode Outbound hingga kemah 4 Pilar. “Sedangkan tingkat dosen dilakukan melalui metode TOT Training Of Trainers, hingga lewat seni dan budaya seperti wayang dan lainnya,” tegasnya.

Titi panggilan akrabnya mengatakan, dengan kehadiran Prangko 4 Pilar, ini bisa menjadi sebuah metode baru dalam rangkaian pengenalan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Prangko 4 Pilar MPR ini mudah-mudahan bisa menjadi metode baru sosialisasi 4 Pilar MPR,” pungkasnya. ***