BI dan AFI Dukung Pengembangan UMKM

79

YOGYAKARTA-Bank Indonesia (BI) dan Alliance for Financial Inclusion (AFI) menyelenggarakan pertemuan AFI Small and Medium Enterprises Finance Working Grup (SMEFWG) 2014. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini dihadiri oleh Bank Sentral, Kementerian Keuangan, otoritas pengawas lembaga keuangan dan lembaga/organisasi yang bergerak di bidang UMKM dari berbagai negara. “Pertemuan AFI SMEFWG ini adalah pertemuan kedua, melanjutkan pertemuan pertama yang berlangsung pada September 2013 di Kuala Lumpur,” seperti yang dikutip dari laman BI di Jakarta, Kamis (8/5).

Besarnya potensi UMKM di negara berkembang dalam mendukung perekonomian masih terkendala oleh salah satunya adalah akses keuangan yang memadai. Untuk itu, diharapkan negara-negara anggota, termasuk Indonesia, dapat saling bertukar pengalaman, dan berdiskusi untuk menghasilkan solusi yang pragmatis dalam meningkatnya peran UMKM baik secara sosial maupun ekonomi di negara berkembang.

Dalam pertemuan ini, Indonesia memaparkan pengalaman dalam mengimplementasikan skema Asuransi Ternak Sapi. Skema asuransi ini memberikan jaminan penggantian kepada pemilik jika ternak sapi mengalami risiko kematian karena penyakit, kecelakaan dan melahirkan maupun risiko kehilangan atau lainnya sebagaimana diatur di dalam polis. Produk ini memberikan perlindungan terhadap atas risiko kerugian baik bagi peternak maupun perbankan. Adanya asuransi ternak sapi ini juga diharapkan dapat mendorong pendalaman industri asuransi dan perbankan secara umum dan menjadi momentum pengembangan asuransi sektor pertanian di Indonesia. Pada akhirnya, peluncuran produk ini diharapkan akan meningkatkan posisi tawar peternak dalam rangka mengakses sumber kredit/pembiayaan, dan di sisi perbankan akan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor pertanian karena sebagian risiko kegagalan telah diproteksi oleh asuransi.

AFI merupakan forum keuangan inklusif yang berkomitmen untuk mendorong pengembangan keuangan inklusif di negara berkembang. Dibentuk Maret 2013 di Bangkok, working group ini beranggotakan regulator sektor keuangan, baik Bank Sentral maupun Kementerian Keuangan, yang berasal dari 29 negara, termasuk Indonesia. SMEFWG sebagai salah satu working group yang ada di AFI, bertujuan untuk mendukung pengembangan UMKM dan peer learning program, khususnya terkait isu kebijakan dan pembiayaan UMKM.

AFI SMEFG juga menjalin kerjasama dengan organisasi internasional lainnya yang bergerak pada bidang yang sama, seperti Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) – G20, dan International Finance Corporation (IFC). Walaupun setiap negara anggota AFI memiliki pengalaman, intervensi kebijakan, dan peran yang berbeda-beda dalam kebijakan pembiayaan UKM, namun setiap anggota sepakat bahwa AFI perlu mengambil inisiatiaf dalam memfasilitasi proses membagi pengetahuan dan pengalaman solusi kebijakan yang potensial dalam pembiayaan UKM.