BI Dorong Ekonomi Digital Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

12
IDX
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, dalam seminar yang diselenggarakan IDX Channel yang bekerjasama dengan Bank Indonesia dengan tema "Menuju Indonesia Unggul Melalui Keuangan Digital di Jakarta, Senin (7/10).

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) turut mendorong perkembangan ekonomi digital sebagai new source of economic growth atau sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui 3 (tiga) strategi utama sistem pembayaran di era ekonomi digital.

Adapun ketiga strategi BI yaitu: Pertama, menetapkan Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Kedua, mendorong peningkatan elektronifikasi transaksi pembayaran. Ketiga, mendorong program persiapan pemasaran online UMKM (on boarding UMKM) ke ekonomi digital.

Hal tersebut dapat dicapai melalui sinergi yang baik antara BI dengan otoritas terkait dan dengan pelaku industri sehingga dapat mendukung kemajuan dan keunggulan Indonesia.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Sugeng, dalam seminar yang diselenggarakan IDX Channel yang bekerjasama dengan Bank Indonesia dengan tema “Menuju Indonesia Unggul Melalui Keuangan Digital” di Jakarta, Senin (7/10).

Lebih lanjut, Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menyampaikan bahwa pengambil kebijakan di Indonesia harus tepat dalam memberikan respons yang memadai dalam menghadapi disrupsi berupa perkembangan digitalisasi agar tetap berkembang dan mendukung perekonomian secara keseluruhan.

Inisiatif-inisiatif yang sedang dilakukan BI disusun untuk mendukung perkembangan ekonomi digital tersebut.

Hal senada juga disampaikan Sukarela Batunanggar, Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital OJK, yang menyampaikan bahwa pelaku industri, tekfin, dan perbankan harus adaptif dalam merespons tantangan dengan melakukan inovasi terkait ekonomi digital karena terdapat peluang berupa ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Seminar dihadiri sekitar 150 orang yang merupakan praktisi perbankan, pengusaha, pemerintah, ekonom, dosen, perwakilan Penyeleggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), pelaku tekfin, dan media massa.