Buntut Roboh JPO, Omzet Pedagang Turun Drastis

45
photo Raja Tama

TANGERANG-Jembatan penyeberangan Orang (JPO) di atas jalan tol di Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) yang ambruk dihantam truk bermuatan crane  Minggu (15/5) malam berdampak ke pedagang. Seluruh tenan dan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Rest Area KM7+200 tol BSD mengaku omzet penjualanya anjlok.

Suharto, pengelola SPBU Pertamina 34-15425 yang berada di rest area tersebut, mengaku mengalami penurunan omset penjualan bahan bakar sejak tadi malam.  “Dari pas roboh jam 23.00 sudah sepi,” katanya, Senin (16/5).

Biasanya dalam sehari SPBU 34-15425, mampu menjual 45-50 kilo liter, tapi karena musibah tersebut, pihaknya baru mampu menjual 500 liter. “Ya pasti merosot, kalau dari data Kita sampai sore ini baru terjual 500 liter,” tambahnya.

Tidak saja, SPBU milik Pertamina, sejumlah warung makan di rest area tersebut, juga merasakan penurunan omset.  “Aduh payah, belum ada yang berhenti mampir,” tandas perempuan pramu saji di warung masakan sunda itu.

Berharap, JPO yang roboh bisa segera terangkat, dan arus kendaraan yang melintas kembali normal. “Mudah-mudahan bisa cepet teratasi, biar jualan Kita ikut lancar,” timpalnya.

Sampai kini, JPO dilajur BSD mengarah Jakarta masih belum dapat terevakuasi, sementara pemberlakuan contra flow dilajur sebaliknya dibuat satu arah menuju Jakarta dan dua arah menuju BSD.  (Raja Tama)