Cawagub Benny: Jakarta Harus Jadi Kota Bagi Generasi Mendatang Bertumbuh

Cawagub Benny: Jakarta Harus Jadi Kota Bagi Generasi Mendatang Bertumbuh

0
BERBAGI
Calon Gubernur DKI Jakarta AJ Benny Mokalu

JAKARTA-Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI  Jakarta AJ Benny Mokalu bertekad menjadikan Jakarta  sebagai kota di mana generasi mendatang Indonesia bertumbuh.  Karena itu, ibukota Negara ini harus terus bertumbuh sebagai kota yang membangun termasuk inftrastruktur untuk menjadikan dirinya sebagai kota destinasi utama pariwisata seperti museum, coservatorium music, berbagai budaya dan seni bertumbuh dll. “Efek domino atau  multiplyer effect dari pembangunan infrastruktur tersebut senantiasa memberikan pekerjaan bagi masyarakatnya terutama bagi generasi-generasi baru,” tegas Benny Mokalu kepada media di Jakarta, Minggu (1/5).

Menurutnya, masyakarat Jakarta pada akhirnya harus bisa menyanyi dan menari di ruang terbuka tanpa merasa cemas, was-was ataupun khawatir.  Jika masyarakat dapat menyanyi dan berdansa tanpa perasaan takut, itu berarti Jakarta benar-benar sudah menjadi kota untuk semua, aman dan sejahtera.

Hanya saja ujarnya, kondisi sebagai kota untuk semua, aman dan sejahtera belum dapat terwujud meski pemerintah ibukota saat ini sudah melakukan berbagai upaya. “Jakarta belum menjadi kota untuk semua dan bahkan kesejahteraan belum dinikmati secara adil dan merata oleh masyarakatnya,” ujarnya.

Karenanya, fondasi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota untuk semua dan sejahtera hanya bisa dilakukan jika ibukota negara ini terjaga keamanannya.

Melihat situasi ini, polisi berbintang dua itu merasa terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat dalam Pilkada DKI Jakarta. Oleh karena itu, Staf Ahli Kapolri ini bercita-cita membangun Jakarta sebagai kota untuk semua, aman dan sejahtera. “Dengan mempertimbangkan berbagai hal, saya ingin mencalonkan diri hanya sebagai bakal calon wakil Gubernur. Saya tidak ingin menilai diri over estimate dalam Pilkada 2017. Bukan posisi yang saya kejar tetapi saya hanya ingin terlibat dalam pembangunan Jakarta dan melihat secara nyata masyarakat Jakarta dapat menyanyi dan berdansa,” ujar Benny Mokalu yang mantan Kapolda Bali.

Baginya, mewujudkan “Jakarta Menyanyi dan Menari” itu merupakan cita-cita untuk menjelaskan secara tidak langsung kepada masyarakat dunia bahwa Jakarta harus menjadi kota untuk semua, aman dan masyarakatnya sejahtera.

Dengan demikian, mantan Kapolda Bengkulu itu melanjutkan, filosofi “Jakarta Menyanyi dan Menari” itu adalah;

1. Jakarta sebagai kota untuk semua adalah kota yang terbuka bagi semua bangsa, suku, agama ataupun ras yang hidup berdampingan tanpa ada diskriminasi sosial.

2. Jakarta sebagai kota untuk semua hanya bisa terwujud jika dari segi keamanan dapat terbangun dan terjaga dengan mewujudkan kerjasama yang harmonis antara penegak hukum, aparat keamanan dan masyarakat Jakarta itu sendiri.

3. Dengan terwujudnya sebagai kota yang aman, Jakarta akan dan harus menyejahterakan masyarakatnya.

4. Dengan mewujudkan Jakarta sebagai kota untuk semua, aman dan sejahtera itu berarti Jakarta menjadi kota metropolis yang teratur dan sekaligus manusiawi. Dan pada saat inilah, masyarakat Jakarta harus bisa menyanyi dan menari di kotanya tanpa merasa takut, was-was ataupun khawatir.

5. Dengan demikian, Jakarta yang menyanyi dan menari akan menjadikan ibukota negara ini sebagai destinasi pariwisata utama bagi masyarakat domestik dan luar negeri.

6. Jakarta sebagai kota di mana generasi mendatang Indonesia bertumbuh

7. Bersamaan dengan itu pula, Jakarta akan terus bertumbuh sebagai kota yang membangun termasuk inftrastruktur untuk menjadikan dirinya sebagai kota destinasi utama pariwisata seperti museum, coservatorium music, berbagai budaya dan seni bertumbuh dll. Efek domino atau  multiplyer effect dari pembangunan infrastruktur tersebut senantiasa memberikan pekerjaan bagi masyarakatnya terutama bagi generasi-generasi baru.

8. Jakarta yang menyanyi dan menari akan memantapkan dirinya sebagai kota pluralisme di mana berbagai suku dan bangsa bertemu dengan berlandaskan persahabatan.

9. Dengan demikian, kelak Jakarta akan sebagai kota jasam kota usaha dan kota dagang  yang menjadi tumpuan  bagi banyak orang untuk dapat bekerja dan hidup tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan ras
“Saya kira bukanlah impian kosong menjadikan Jakarta yang menyanyi dan menari sekalipun upaya ke sana dibutuhkan kerjasama semua pihak. Apa yang telah diletakkan sebagai pondasi oleh pemerintah sekarang harus dilihat sebagai modal awal untuk membangun Jakarta sebagai kota untuk semua, aman dan sejahtera,” ujar pria kelahiran Kupang ini.