Demi Investasi Rp1000 Triliun, IPSN Minta FDI Digenjot Habis

29

JAKARTA-Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah pada 2020 yakni 5,3% memang cukup berat. Pasalnya, kondisi perekonomian global sangat mempengaruhi, apalagi saat ini ekonomi dunia dalam kondisi ketidakpastian.

Namun demikian, bisa saja target tersebut optimis tercapai dan bahkan melebihi. Hanya saja pemerintah perlu kerja keras.

“Bahkan perlu melakukan sejumlah langkah-langkah strategis utamanya sektor investasi untuk menarik para investor menanamkan modalnya,” kata Ketua Ikatan Profesiona Sinergi Nawacita (IPSN), Donny Imam Priambodo kepada wartawan di Jakarta Minggu, (06/10/2019).

Menurut mantan anggota Komisi XI DPR, instrumen harus investasi digenjot habis-habisan, karena investasi ini sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.

“Kalau tidak ada foreign direct investment (FDI) masuk lebih dari Rp300 Triliun tentu agak susah bertahan pada kisaran 5%, malah mungkin turun. Namun jika ada FDI Rp1000 Triliun, nah bisa naik ke 6%,” tambahnya.

Hanya saja, kata Donny, bagaimana cara menarik investasi sebesar itu ke dalam negeri. Tentu bukan cara yang mudah.

Lebih jauh Donny menyarankan empat langkah yang bisa digunakan pemerintah guna menarik minat para penanam modal agar mau menginvestasikan modalnya di Indonesia.

“Pertama, registrasi perusahaan baru (PMDN/PMA) dipersingkat lebih cepat lagi. Kedua, perijinan dipercepat dan dipermudah. Ketiga, Bank Cross Border Money transfered methods (pengiriman uang antar negara) harus disinkronisasi dengan Bank Internasional. Keempat, aturan-aturan yang tumpang tindih, dihapus diganti dengan aturan baru yang mempermudah investasi,” ujar Politikus Nasdem itu.

Selain itu, Donny juga menyarankan agar investasi sektor padat karya lebih dimaksimalkan. “Makanya harus ke sektor riil, supaya investasi gak cepat keluar masuk,”imbuhnya.