Dirjen PEN Fasilitasi Buying Mission Senilai USD 510.954

22
Direktur Jenderal PEN Arlinda bersama Gubernur Jawa Timur, Soekarwo

SURABAYA-Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan kembali membuat gebrakan. Program buying mission (misi pembelian) berhasil mencatatkan transaksi senilai USD 510.954 untuk ekspor produk underpad ke Nigeria.  Importir Nigeria asal kota Lagos, Niger Sanitary Industry Ltd memesan underpad dari perusahaan Indonesia, CV Beauty Kasatama. Kedua perusahaan menandatangani kontrak pembelian di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (2/9).

Misi pembelian ini memberi dampak positif terhadap neraca perdagangan Indonesia-Nigeria. “Nigeria merupakan mitra dagang potensial bagi Indonesia. Kami optimis dengan memfasilitasi misi pembelian seperti ini, nilai ekspor perdagangan Indonesia ke Nigeria dapat meningkat dari sebelumnya yang pada tahun 2015 sebesar USD 445,73 juta,” ujar Direktur Jenderal PEN Arlinda, di Surabaya, Jumat (2/9).

Total perdagangan Indonesia-Nigeria pada tahun 2015 mencapai USD 1,73 miliar, dengan nilai ekspor USD 445,73 juta dan impor senilai USD 1,29 miliar. Neraca Perdagangan Indonesia dengan Nigeria periode 20112015 menunjukkan defisit bagi Indonesia dikarenakan impor migas Indonesia dari Nigeria.

Komoditas ekspor nonmigas Indonesia terbesar ke Nigeria antara lain minyak kelapa sawit dan turunannya, produk kertas, dan bumbu penyedap.  Underpad adalah alas penyerap dan penahan cairan yang biasa digunakan di rumah sakit.

Menurut Arlinda, kontrak pembelian underpad yang ditandatangani di kantor CV Beauty Kasatama, Surabaya ini sekaligus akan menambah nilai kontrak dalam program misi pembelian tahun 2016. Sebelumnya, nilai kontrak misi pembelian tahun 2016 telah mencapai USD 3,4 juta untuk berbagai sektor dan produk.

Arlinda mengatakan, misi pembelian seperti ini akan terus dilakukan dengan mengundang buyer dari berbagai negara agar produk Indonesia semakin dikenal dunia dan kinerja ekspor makin meningkat. “Misi pembelian dapat menjadi upaya promosi sekaligus membantu pelaku usaha dengan mendatangkan calon buyer ke Indonesia guna melakukan kesepakatan agar ekspor semakin meningkat,” tuturnya.

Menurut catatan Ditjen PEN, Niger Sanitary Industry Ltd merupakan importir yang direkomendasikan oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos. Perusahaan ini cukup berpengalaman dalam memproduksi dan memasarkan peralatan kesehatan, antara lain sanitary pads, hospital wool, lint, dan surgical dressings. “Selain penandatanganan kontrak, delegasi Niger Sanitary Industry Ltd juga akan berkunjung ke beberapa perusahaan Indonesia lainnya, seperti perusahaan benang untuk melihat potensi dan penjajakan,” tambah Arlinda.