FPKB Bantu Korban Bencana Jateng Rp752 Juta

20

JAKARTA-Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI menyumbangkan gaji ke-13 untuk korban bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Jumlah anggota FPKB seluruhnya 47 orang. “Gaji pokoknya sekitar Rp16 juta, tinggal dikalikan saja. Total sekitar Rp752 juta,” kata Ketua FPKB Dra Ida Fauziyah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Hadir pula anggota Komisi VIII DPR KH Maman Imanulhaq dan anggota Komisi IV DPR Cucun Ahmad Syamsurizal.

Berdasarkan data ada
16 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang dilanda banjir dan mengalami longsor dalam waktu bersamaan.
Akibatnya, 38 orang dilaporkan tewas, 25 orang dinyatakan hilang dan ratusan rumah rusak.

Adapun, 16 kabupaten/kota tersebut berada di Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo.

Bencana yang melanda Kabupaten Purworejo adalah yang paling parah. Tercatat, sebanyak 27 orang tewas dan 19 lainnya masih dalam pencarian akibat banjir dan tanah longsor. “FPKB DPR turut berduka cita yang mendalam atas bencana yang telah menelan korban jiwa dan menimbulkan banyak kerusakan. Semoga para korban menjadi syahid dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” tambahnya.

Untuk membantu meringankan beban para korban bencana tersebut, kata Ida lagi, FPKB memberikan bantuan. Penyaluran bantuan ini akan dilakukan secepatnya.

Selain itu, Ida mendesak pemerintah meningkatkan tindakan tanggap darurat dan penanganan dampak bencana secara lebih cepat. “FPKB meminta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah setempat dan instansi Iainnya untuk lebih mempercepat pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan,” tuturnya.

Sementara itu anggota Komisi VIII DPR KH Maman Imanulhaq menambahkan pihaknya juga mendorong agar secepatnya dibentuk relawan tanggap bencana di sejumlah daerah. “Dalam RAPBN 2017, Kita ingin memperkuat relawan bencana. Kalau di pondok pesantren ada yang namanya santri tanggap bencana,” ujarnya.

Sedangkan anggota Komisi IV DPR Cucun Ahmad Syamsurizal menegaskan PKB sendiri memiliki satgas Garda Bencana yang siap diterjunkan ke daerah-daerah bencana. ***