Gandeng Mercy Corps Indonesia, Bank Commonwealth dan Mastercard Luncurkan Platform MicroMentor

51
Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth, dan Ir. Herustiati, Staf Ahli Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Bidang Produktivitas dan Daya Saing, saat sesi pemberian cinderamata dalam Konferensi Pers Peluncuran MicroMentor, yang diadakan hari ini (20/6) di Greenhouse Coworking Space, Jakarta

JAKARTA-PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) dan Mastercard memperkuat komitmennya dalam membantu perempuan pengusaha UMKM di Indonesia untuk menumbuhkan bisnisnya dengan meluncurkan platform MicroMentor, yang merupakan hasil dari kolaborasi dengan Mercy Corps Indonesia.

Bank Commonwealth dan Mastercard telah bekerja sama sepanjang tahun lalu untuk memberikan pemahaman keuangan yang baik bagi perempuan pengusaha Indonesia melalui WISE Masterclass yang telah menjangkau lebih dari 1.000 perempuan pengusaha Indonesia.

Tak berhenti di situ, Bank Commonwealth dan Mastercard terus mewujudkan komitmen yang bisa memberikan dampak nyata dalam membantu perempuan pengusaha Indonesia dalam menumbuhkan bisnisnya melalui pendampingan secara digital menggunakan Platform MicroMentor.

MicroMentor merupakan jaringan sosial atau platform mentoring yang dibentuk untuk menghubungkan para pengusaha, relawan pengusaha berpengalaman dan profesional berpengalaman dari berbagai industri untuk melakukan one-to-one mentoring dengan para pengusaha kecil dan menengah khususnya perempuan pengusaha di Indonesia.

“Dengan platform ini, para pengusaha kecil dan menengah di Indonesia bisa mendapatkan informasi maupun berkonsultasi dengan para pakar bisnis maupun keuangan yang berpengalaman di mana saja dan kapan saja,” ujar Presiden Direktur Bank Commonwealth, Lauren Sulistiawati di Jakarta, Kamis (20/6).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tahun 2018 mencapai 57,83 juta dengan lebih dari 60% dikelola oleh perempuan, yang berarti jumlah pelaku UMKM perempuan di Indonesia mencapai 37 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa dari segi jumlah, perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk memberi kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian negara, khususnya melalui sektor UMKM.

Di sisi lain, kontribusi perempuan pengusaha terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ternyata baru mencapai 9,1%, sedangkan sumbangan terhadap ekspor masih di bawah 5%. Dengan demikian masih terdapat ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi.

Penelitian International Finance Corporation (IFC) dan USAID tahun 2016 mengungkapkan bahwa para perempuan pengusaha Indonesia tertarik untuk mendapatkan informasi guna mendukung pengembangan bisnis. Selain itu, sebagian besar perempuan pengusaha merasa lemah dalam hal manajemen keuangan dan ingin mengambil manfaat dari pelatihan pengembangan kewirausahaan.

Menurut penelitian The Canada-Indonesia Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project dan Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) tahun 2019, meskipun secara umum perempuan pengusaha Indonesia sangat tertarik untuk terus memperoleh informasi agar dapat mengembangkan bisnis mereka, namun mereka mempunyai beberapa penghalang yang cukup kompleks baik dari aspek sosiokultural, akses permodalan dan informasi, serta program pendampingan yang dapat membantu mereka secara menyeluruh.