Gejolak Ekonomi Global Masih Panjang

34

JAKARTA-Gejolak ekonomi di Indonesia yang dipicu pelemahan global baru akan berhenti jika sejumlah indikator ekonomi sudah berada pada ekuilibrium baru.  Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono menegaskan gejolak ekonomi global yang telah mempengaruhi perekonomian negara-negara berkembang tidak akan mampu diselesaikan dalam hitungan bulan, melainkan bisa kembali kepada pola normal dalam kurun beberapa tahun ke depan. “Pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa yang melambat akan berpengaruh pada emerging market, termasuk Indonesia. Diperkirakan pengaruhnya akan panjang, sampai adanya equilibrium baru,” kata Maryono dalam acara Outlook Ekonomi 2014 di Jakarta, Senin (18/11).

Pada 2014, jelas Maryono, akan pergerakan ekonomi yang lebih dinamis, karena sejak Kuartal II-2013 sampai kuartal keempat kondisi makro ekonomi Indonesia mengalami perubahan drastis. “Amerika juga sudah memunculkan wacana tapering. Kalau tapering dilakukan, maka peredaran uang akan mengalami perubahan dalam penanamannya,” ujar Maryono.
Dia mengatakan, sejauh ini perekonomian di Indonesia tengah mencari titik keseimbangan baru seperti yang terjadi pada 2008. “Seperti pada krisis 2008 negara maju merosot, negara kita kemasukkan duit karena sudah ada keseimbangan,” tuturnya