Genjot Perekonomian Masyarakat Bawah, Distribusi LPG 3 Kg Sasar ke Petani Kecil

12

JAKARTA-Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kian memasifkan program pro rakyat yang berbasis pemerataan energi seperti pendistribusian dan pemasangan paket konverter kit Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg. Pendistribusian ini akan terus diberikan ke kalangan nelayan dan petani di seluruh wilayah Indonesia.

“Para nelayan kecil akan tetap kami berikan bantuan paket konkit seperti tahun-tahun sebelumnya. Khusus tahun ini, kami juga akan menyediakan 1.000 unit konkit LPG 3 Kg untuk para petani kecil di 5 (lima) kabupaten,” jelas Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM di Surabaya, Jumat (8/2).

Kelima kabupaten, tambah Agung, yang bakal diprioritaskan mendapatkan paket bantuan konkit LPG 3 Kg adalah Kabupaten Boyolali, Kab. Klaten, Kab. Sragen, Kab. Sleman dan Kab. Malang. “Pemerintah ingin para petani di wilayah tersebut bisa membuat hasil panen mereka lebih produktif dengan adanya bantuan konkit,” jelas Agung.

Sementara itu, untuk nelayan kecil Pemerintah telah mengalokasikan sebanyak 13.305 unit konkit di tahun 2019 yang akan didistribusikan tersebar ke 36 wilayah di seluruh Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Kab. Aceh Tamiang, Kab. Labuanbatu Utara, Kota Medan, Kab. Asahan, Kab. Padang Pariaman, Kab. Pelalawan, Kab. Bangka Barat, Kab. Rokan Hilir, Kota Palembang, Kota Bengkulu, Kab. Banggai, Kota Palu, Kab. Minahasa Selatan, Kota Gorontalo, Kab. Pangandaran, Kota Serang, Kab. Lebak, Kab. Indramayu.

Ada juga Kota Samarinda, Kab. Penajam Paser Utara, Kota Banjarmasin, Kab. Tanahbumbu, Kab. Bengkayang, Kab. Sambas, Kab. Bulungan, Kab. Wajo, Kab. Bantaeng, Kab. Bone, Kab. Lombok Utara, Kota Mataram, Kab. Lumajang, Kab. Pacitan, Kab. Tuba, Kota Semarang, Kab. Wonosobo, Kab. Pasuruan.

Pemerintah berharap paket bantuan konkit ini dapat meringankan beban operasional sehari-hari. Sehingga mampu menggenjot produktivitas ekonomi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Kami sudah mengalokasikan dana konkit ini sebesar Rp11,2 miliar untuk nelayan kecil dan Rp8,1 miliar agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Agung.

Diharapkan konverter kit ini bisa menghemat pengeluaran bahan bakar nelayan. “Program (konkit) ditujukan supaya biaya operasional nelayan lebih rendah sehingga pendapatan nelayan bisa membaik. Ini bisa menghemat biaya operasional penggunaan LPG sampai dengan sekitar 30% dengan asumsi tanpa ada subsidi bahkan 50% bila ada subsidi,” pungkasnya.

Mudah dan Ramah Lingkungan
Di samping bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, program konverter kit LPG 3 Kg juga punya manfaat lain bagi para penggunanya. Para nelayan merasakan lebih mudah penggunaannya dibandingkan dengan BBM.

Tak hanya itu, dampak penggunaan LPG juga lebih ramah terhadap lingkungan ramah, mengurangi emisi gas karbon monoksida/gas buang serta meminimalisir kerusakan terumbu karang.

Yang lebih mengejutkan, beberapa kali hasil diskusi Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan para nelayan menunjukkan bahwa ikan hasil tangkapan lebih segar dan tidak berbau solar bila menggunakan konkit lpg.

“Kalau mesin kapal kecil itu, kalau pakai minyak solar, hasil tangkapan ikannya kadang bau solar, jadi harganya jualnya tidak bisa baik. Kita ganti pakai gas, sehingga tidak bau. Dan biaya menggunakan LPG ini sekali melaut bisa hemat kira-kira Rp 50.000. Ini bisa meningkatkan daya beli nelayan juga,” sebut Jonan.