Gereja Harus Menjadi Suri Teladan Hidup

58
kanan ke kiri: Ketua Dewan Paroki Adrianus Dempo, Ketua Forkoma PMKRI Hermawi Taslim, dan Pastor Filemon Amel, MSF. Dok. Forkoma PMKRI

DEPOK-Gereja harus terus menjadi lilin penerang, jadi contoh dan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Para Pastor dan susternya, gereja harus tetap menjadi garda terdepan dalam mengembangkan prinsip “satu kata dan perbuatan”. Karena keteladan itu merupakan sumber inspirasi bagi umat dalam mengabdi dengan kejujuran dan ketulusan.

Demikian refleksi tokoh awam Buntok, Barito Selatan Keuskupan Palangkaraya Endang Chandra Mulia yang sehari-hari menjabat sebagai Asisten I Bupati Kabupaten Barito Selatan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sosialisasi Konferensi 50 Tahun Ensiklik Nostra Aetate” di aula gereja St. Paulus – Buntok, Minggu, (17/4).

FGD menghadirkan Ketua Forkoma PMKRI Hermawi Taslim yang merupakan satu-satunya utusan umat dari Indonesia yang menghadiri konferensi yang diselengarakan oleh Vatikan akhir tahun 2015 lalu. FGD yang dihadiri oleh mayoritas kaum muda itu, terutama dari kalangan alumni PMKRI dan aktivis Pemuda Katolik, Taslim menjelaskan bahwa Nostra Aetate telah menjadi acuan para tokoh-tokoh dunia dalam upaya menghadirkan wajah dunia yang lebih adil, toleran, dan bermartabat.

Taslim menekankan momentum peringatan pesta emas Nostra Aetate yang dipusatkan di Universitas Gregoriana Roma tahun lalu ditandai  dengan adanya instruksi Paus Fransiskus kepada segenap gereja dan biara di Eropa untuk menampung pengungsi Timur Tengah sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Taslim juga menandaskan betapa perlu gereja memberi ruang yang lebih besar kepada orang muda untuk ambil bagian dalam aktivitas gereja. Jangan lagi OMK hanya dijadikan sekadar penjaga sepeda belaka (tulang parkir). Ia mengajak orang muda untuk terus mengembangkan pergaulan dan wawasan dengan cara begaul dan berbaur dengan berbagai kalangan. “Negara ini terlalu besar untuk diurus hanya oleh satu dua golongan. Seluruh komponan anak bangsa harus bergandeng erat meraih masa depan yang lebih baik,” ajaknya.

Menanggapi pemikiran-pemikiran yang berkembang dalam FGD tersebut, Kepala Paroki St. Paulus – Buntok, Pastor Folemom Amel, MSF mengatakan bahwa program-program kerja dewan paroki yang ada saat ini memang dirancang untuk memberi ruang yang seluas-luasnya bagi orang muda untuk berkarya, agar memiliki bekal yang cukup menghadapi dunia yang makin kompetitif. Sementara itu, Ketua Dewan Paroki Adrianus Dempo menambahkan FGD kali ini akan dilaksanakan sebagai ajang dialog dan tukar pikiran di antara para tokoh awam dengan orang-orang muda.                             .‎