Guntur Romli Perjuangkan KH Saleh Lateng Sebagai Pahlawan Nasional

44
Kader Muda Nahdlatul Ulama, Mohamad Guntur Romli

BANYUWANGI-Kader Muda Nahdlatul Ulama, Mohamad Guntur Romli akan memperjuangkan Kiai Haji Muhammad Saleh yang lebih dikenal KH Saleh Lateng, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dari Banyuwangi sebagai Pahlawan Nasional.

Pernyataan ini disampaikan oleh Guntur Romli dalam acara Peringatan Isra’ dan Mi’raj di Masjid KH Saleh Lateng, Banyuwangi Jumat (13/4).

“KH Saleh Lateng salah seorang pendiri NU, terlibat dalam perumusan Komite Hijaz tanggal 31 Januari 1926 yang menjadi hari lahir NU, beliau juga ulama pejuang yang melakukan konfrontasi terhadap penjajah, baik secara fisik atau secara budaya,” tutur Guntur Romli.

Tokoh asal Situbondo ini mengutip cerita yang pernah disampaikan oleh KHR As’ad Syamsul Arifin, Pahlawan Nasional dari Situbondo terkait perlawan budaya KH Saleh Lateng saat itu.

“KH Saleh Lateng melarang para santri dan umat saat itu memakai celana, jas, dasi, tetap memakai kopyah dan sarung sebagai perlawanan kultural terhadap Pemerintah Kolonial, ini juga diperintahkan oleh Hadlratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, Rais Akbar NU saat itu,” kata Guntur Romli dalam Masjid yang masih satu komplek dengan Makam KH Saleh Lateng.

“Dalam konfrontasi fisik KH Saleh Lateng juga terlibat dalam perumusan Resolusi Jihad 21-22 Oktober 1945 yang melahirkan Pertempuran 10 November 1945 dan terlibat dalam pertempuran itu,” lanjut Guntur Romli.