Hadapi Pemilu 2019, Golkar Cetak Satu Juta Kader

25

JAKARTA-Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melakukan banyak perubahan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu sejak terpilih dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa di Nusa Dua, Bali, Selasa, 17 Mei 2016.

Setelah sukses melakukan konsolidasi internal yang membuat citra partai semakin bagus, Novanto kini mencanangkan satu juga kader menghadapi Pemilu 2019. Mereka dipersiapkan untuk menjadi saksi di TPS pada ajang pilkada dan Pemilu 2019.

Untuk itu, Novanto rajin mengunjungi daerah-daerah. Selain bertemu dengan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Novanto juga bertatap muka dengan ribuan simpatisan Partai Golkar dan anak yatim piatu.

Beberapa waktu lalu, Novanto bertemu dengan 15.000 anak yatim piatu yang dikumpulkan AMPG dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah. “Kita perlu perkenalkan Partai Golkar ke semua orang. Terobosan pertama dilakukan di Istora Senayan dengan mengundang 30 ribu anak yatim. Kedua di Depok, Jawa Barat dengan 10 ribu anak yatim. Nanti di Monas akan ada 50 ribu golongan muda,” kata Novanto kepada pers di Jakarta, Rabu (3/8).

Selain itu, Novanto juga gencar mempersiapkan kadernya menghadapi pilkada dengan menghadiri musyawarah daerah (musda) Partai Golkar di mana-mana. Dia meminta para ketua DPD Partai Golkar untuk membuat banyak program pengembangan partai ke depannya. “Sebagai ketua DPD Partai Golkar yang akan melakukan program ke depan, tentu harus membawa perubahan dengan membuat program yang semakin baik bagi rakyat dan juga pro rakyat. Yang penting bagaimana melakukan konsolidasi bukan hanya dilakukan DPD tingkat II tapi sampai kecamatan dan kelurahan,” ujar Novanto.

Menurut mantan Ketua DPR RI itu, setelah perpecahan yang sempat mendera partai, rekonsiliasi sangatlah penting. Dan kini tidak ada lagi kelompok-kelompok dalam partai, semuanya sudah menjadi keluarga besar Partai Golkar.
“Tidak ada kebangkitan tanpa konsolidasi, tidak ada menang tanpa keberhasilan konslidasi. Partai Golkar sedang melakukan transformasi menjadi partai modern dan kuat, sehingga siap kembali merebut kembali kejayaan Golkar,” kata mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu.

Untuk itu, Novanto menginstruksikan agar musda di tingkat provinsi dilaksanakan paling lambat bulan September tahun ini. Sedangkan musda tingkat kabupaten/kota dilaksanakan paling lambat pada Oktober 2016.
“Saya bersyukur di Bekasi dan Kota Bogor sudah Musda terlebih dahulu. Ini mesti dicontohi,” katanya.

Novanto juga menyinggung soal peran media sebagai pengawal dan penghantar informasi partai. Karena itu, ia memerintahkan semua kader harus bersahabat dengan media.
“Seperti di DPP Partai Golkar, ada Kepala Bidang (Kabid) Media, Nurul Arifin yang selalu bersama saya sejak awal pemilihan ketum. Karena kekuatan partai tak lepas dari kerja sama dengan media. Ini medsos (media sosial) penting,” katanya.

Novanto lebih jauh menambahkan bahwa pihaknya telah menggelar Rapimnas Partai Golkar dengan mengundang Presiden Joko Widodo dan menteri kabinet kerja. Saat itu, hadir pula Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri. “Di sana sudah kita deklarasikan bahwa Partai Golkar resmi mencalonkan Jokowi di Pilres 2019 nanti. Alasannya, program Jokowi menyentuh kesejahteraan rakyat. Sekarang kita betul-betul dihargai negara asing. Kedua, visi kabinet Jokowi yakni nawacita sejalan dengan program Golkar yakni kesejehteraan 2045,” katanya.

Menjelang Pilkada DKI Jakarta, Novanto juga memerintahkan masyarakat Kota Bekasi yang ada di lima dari 12 kecamatan dan menjadi kaum urban di DKI Jakarta agar dalam pilgub nanti memilih Ahok sebagai Gubernur DKI yang akan datang. ***