INAF Menyerahkan Keputusan Merger Kepada Pemegang Saham

157
photo dok erikaayurahmawati.com

JAKARTA-Manajemen PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) menegaskan kesiapannya untuk melakukan merger dengan perusahaan farmasi pelat merah lainnya, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Apapun kebijakan pemegang saham nantinya, mau dibuat holding atau merger, emiten berkode INAF ini, sudah siap. Namun, satu hal yang disayangkan manajemen, rumor merger selama ini sempat mengganggu kinerja perseroan. “Sebenarnya merger ini baik, tetapi tentunya kami tidak berhak untuk mendorong pemegang saham,” tandas Corporate Secretary Indofarma, Yasser Arafat di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (28/12).

Apapun keputusan dari pihak pemegang saham, dalam hal ini pemerintah, manajemen tetap mengikuti. Karena pada intinya, realisasi penggabungan dua emiten farmasi ini bergantung pada keputusan para pemegang saham. “Jika mau dimerger atau diakuisisi atau dibuat holding tahun depan, kami sudah siap,” tegasnya lagi.

Menurut dia, isu merger ini telah mengemuka selama sepuluh tahun ini. Namun ternyata praktiknya penuh dengan ketidakpaatian. Sehingga hal ini telah membebani perseroan dan mengganggu kinerjanya. Baru setahun terakhir perseroan bisa fokus untuk menggenjot nilai tambah. Jika kondisi ini dapat terus terjadi, tentunya akan baik pula bagi pemegang saham. “Jadi, soal isu merger kami dengan Kimia Farma sudah didengar perseroan sejak 2004 atau 2005. Akan tetapi, kalau dilihat dari kapitalisasi pasarnya, tentu kami yang akan terakuisisi,” jelas Yasser.

Ia pun memaparkan kinerja perseroan yang di tahun ini mulai membaik. Hingga ujung November 2015 lalu, INAF telah membukukan penjualan senilai Rp1,2 triliun yang berarti melebihi realisasi di priode sama di 2014 yang hanya sebesar Rp1 triliun. “Peningkatan penjualan ini telah menurunkan kerugian sampai November 2015 dan diproyeksikan bisa meningkatkan laba tahun ini menjadi Rp10 miliar,” tutup dia. (TMY)