Industri Besar Nikmati Subsidi Rp6,9 Triliun

28

JAKARTA-Besarnya subsidi listrik yang dinikmati sejumlah perusahaan besar diperkirakan mencapai Rp6,93 triliun. Oleh karena itu, Rapat Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran DPR (26/9) memutuskan untuk mencabut subsidi listrik yang selama ini mengalir ke 61 perusahaan tersebut. “Rapat panja kemarin sudah mengambil keputusan agar pemerintah menghentikan subsidi itu,” kata salah satu sumber yang dekat dengan Beritamoneter.com di Jakarta, Jumat,(27/9).

Menurutnya, diantara industri besar itu, juga ada yang merupakan perusahaan go public.  “Tidak disangka, selama ini banyak perusahaan besar mendapatkan subsidi listrik,” tegasnya

Berdasarkan data Kementerian ESDM, dari jumlah subsidi listrik sebesar Rp86,27 triliun, industri sangat besar (I-4/30.000 kVA) menerima subsidi sebesar Rp6,93 triliun. Sedangkan industri menengah (I-3/>200 kVA) mendapatkan subsidi Rp14,48 triliun dan industri sedang (I-2/14-200 kVA) senilai Rp1,56 triliun. “Subsidi yang diterima oleh pelanggan industri tersebut mencapai Rp22,98 triliun, yaitu 26 persen dari total subsidi,” katanya.

 

Sementara itu, rumah tangga kecil dengan daya listrik 450 dan 900 volt amphere menerima subsidi Rp45,11 triliun atau 52,3 persen dari total subsidi. Sisanya mengalir untuk penerangan jalan umum (Rp1,38 triliun), rumah tangga menengah (Rp1,22 triliun), rumah tangga kecil (Rp6,05 triliun) dan sosial kecil dan sedang (Rp1,02 triliun).

Berdasarkan data yang dimilik PLN, pada Agustus 2013 masih ada 61 pelanggan industri sangat besar dipasok tegangan tinggi atau golongan tarif I-4. Dari seluruh pelanggan tersebut, tidak sedikit perusahaan go publik yang masuk ke dalam daftar pelanggan penerima subsidi itu.

PLN mencatat, perusahaan-perusahaan tersebut antara lain, PT Gudang Garam, PT Semen Gresik (Semen Indonesia), PT Maspion, PT Krakatau Steel, PT Semen Cibinong (sekarang Holcim) dan sederet perusahaan terbuka lainnya.

Sebelumnya, Anggota Banggar DPR lainnya, Satya Widya Yudha mengungkapkan, Parlemen akan fokus mengawasi kinerja Kementerian ESDM dan PLN terkait adanya subsidi energi yang mengalir ke perusahaan-perusahaan besar, perhotelan maupun restoran. “Subsidi energi kita saat ini sangat besar sekali, tetapi justru banyak dimanfaatkan oleh perusahaan besar dan orang-orang kaya,” pungkasnya.