Industri Nasional Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Industri Nasional Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

14
0
BERBAGI
Menperin Airlangga Hartarto menerima cendera mata dari Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada

JAKARTA-Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto mengingatkan kepada pelaku industri dalam negeri agar siap menghadapi era Industry 4.0. Era ini menuntut pelaku industri untuk mengubah proses manufaktur dengan mengintegrasikan sistem berbasis online dalam sebuah mata rantai produksi. “Industry 4.0 menjadikan proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi,” kata Menperin pada Kegiatan Stadium General Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah di Jakarta, Jumat (22/9).

Menperin mengatakan, penggunaan sistem online di industri mampu meningkatkan efisiensi mencapai 18 persen. Dalam waktu lima tahun, ujarnya, sebesar 80 persen perusahaan akan melakukan digitalisasi dalam rantai nilai bisnis. Hal itu dipastikan Airlangga, karena berdasarkan hasil studi di Eropa, perusahaan-perusahaan di Benua Biru melakukan investasi mencapai €140 Miliar sampai dengan tahun 2020 untuk penggunaan aplikasi internet di industrinya. “Di sana, penggunaan internet sudah menjadi sangat penting untuk di sektor industri,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Menperin, pihaknya mendorong penggunaan teknologi onlineatau internet oleh pelaku industri dalam negeri secara lebih intensif. Salah satu industri yang amat potensial berkembang melalui aplikasi online adalah industri makanan. Pasalnya, jelas Airlangga, industri makanan saat ini telah berkembang pesat secara regional karena adanya faktor warisan budaya (cultural heritage). “Dengan adanya aplikasi online, industri makanan dan minuman menjadi lebih berkembang karena didukung kemudahan distribusi dan informasi produk,” ungkapnya.

Sistem informasi online juga membantu industri menjadi makin efisien karena produksi dapat berlangsung secara terus menerus sesuai dengan informasi kebutuhan dan stok. Beberapa sektor lainnya, seperti industri kosmetik, pupuk, semen, elektronik dan permesinan juga sudah mulai mengadopsi sistem otomasi. “Keberhasilan mengembangkan industri tersebut akan menjadi patokan industri lainnya,”kata Menperin.

Kemenperin juga tengah mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar ikut memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pasarnya. “Tujuan pemanfaatan pasar digital adalah untuk membuat cost menjadi nol dan efisiensi value chain. Perusahaan e-commerce dalam dan luar negeri juga kita ajak kerjasama untuk mendukung langkah ini,” ujar Airlangga.