KEIN: Kemajuan Teknologi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

KEIN: Kemajuan Teknologi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

21
0
BERBAGI
Ketua KEIN Soetrisno Bachir

JAKARTA-Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir menilai konsep pembangunan pemerintah Indonesia dengan membangun dari pinggiran masih memerlukan banyak dukungan. Salah satunya, penyediaan sarana infrastruktur yang memadai.

MenurutBachir, ketersediaan infrastruktur yang lengkap akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. “KEIN perlu memetakan apa saja kebutuhan infrastruktur itu yang nantinya akan menjadi rumusan catatan kebijakan untuk Presiden,” ucap Soetrisno, saat membuka Fokus Grup Diskusi Pokja Pembiayaan, Infrastruktur dan Logistik KEIN, di kantor KEIN, Jakarta,  Kamis (28/7).

KEIN katanya akan melakukan inventarisir masalah satu per satu sehingga diketahui mana saja yang harus diselesaikan segera.

Untuk saat ini,  pembahasan dianggap penting menyangkut sektor infrastruktur di teknologi informasi.  “Kita ingin menilai apakah kebijakan dan perkembangan di bidang teknologi informasi di Indonesia sudah bagus atau masih ada kendala. Nantinya yang lain akan menyusul juga sebagai pembahasan,” ujar Soetrisno.

Dia mengatakan, teknologi informasi saat ini amat menunjang kemajuan suatu negara. Hampir semua Negara memanfaatkan kecanggihan teknologi guna memantau situasi dan perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar negeri.  “Masyarakat yang cerdas teknologi, selain menjadi tolak ukur tingkat kemajuan negara, juga mendorong pendapatan perekonomian nasional,” tuturnya.

Sisi lain jelasnya, kemajuan teknologi dapat digunakan sebagai pembuka akses lapangan kerja. “Untuk itu segala aspek yang dibutuhkan agar teknologi informasi menguatkan infrastruktur perlu diketahui, termasuk apa yang masih mengganjal, apakah perizinannya, regulasi atau lainnya,” katanya

Sementara Pakar Tekonologi Informasi, Onno W. Purbo, mengatakan, diperlukan kebijakan yang berpihak pada pelaku dan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Onno, yang juga pelaku teknologi informasi mengaku, masih merasakan adanya aturan-aturan penghambat guna mengembangkan teknologi informasi. “Dengan begitu masih sulit nantinya bila ingin mengubah paradigma masyarakat Indonesia dari yang tradisional ke basis teknologi,” imbuhnya.

Menurut Onno, sebenarnya mudah saja mencetak “melek” teknologi bila para pengambil kebijakan memahaminya. “Membahas infrastruktur teknologi, apalagi dengan konsep pembangunan pemerintah saat ini memulai dari pinggiran, maka basis pendidikan dan desa adalah langkah awalnya. Misalnya semua Sekolah Dasar (SD) dan desa sudah harus tersedia internet. Jadi mudah mengetahui apa masalah-masalahnya dan dilaporkan ke pemerintah pusat,” ujar Onno.

Dia juga mengatakan, memulai pengembangan teknologi informasi, seperti internet ke SD, akan meningkatkan efisiensi. Buku-buku konvesional yang selama ini biayanya mahal akan digantikan dengan teknologi informasi yang terjangkau dan mudah di akses para murid “Tapi semua kembali kepada kebijakan yang berpihak, itu kuncinya,” ucap Onno.

Mengenai upaya meningkatkan perekonomian nasional, Onno mengungkapkan, penekanannya kepada mahasiswa yang akan memasuki lingkungan kerja.  Bila kebijakan teknologi informasi menyasar mahasiswa, maka setelah mereka sarjana akan mengerti gunanya teknologi informasi dimanfaatkan sebagai lapangan pekerjaan. “Dengan begitu tingkat pertumbuhan ekonomi meningkat karena angka pengangguran ditekan,” ujar Onno