Kementerian ATR/BPN Canangkan Sertifikasi Lahan Tanah di Surabaya

Kementerian ATR/BPN Canangkan Sertifikasi Lahan Tanah di Surabaya

24
0
BERBAGI
Menteri ATR / Kepala BPN Sofyan Djalil bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini

JAKARTA-Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini sepakat untuk melakukan program kerjasama pendaftaran dan sertifikasi seluruh bidang tanah di wilayah kota Surabaya, Jawa Timur. Dengan kerjasama ini diharapkan sertifikasi seluruh bidang tanah di Surabaya dapat selesai dalam waktu satu tahun ke depan. “Program dicanangkan hari ini dan ditargetkan selesai akhir 2017,” ujar Sofyan di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Senin (8/8).

Menurutnya sudah 71 tahun sejak Indonesia merdeka, baru 60 persen bidang tanah di kota Surabaya yang tersertifikasi yakni mencapai 382,533 bidang tanah. Sementara itu masih terdapat 224,067 bidang tanah atau 40 persen yang belum terdaftar. “Untuk itu kami canangkan program sertifikasi untuk 40 persen sisanya dalam waktu 1 tahun ke depan,” tegas Sofyan.

Langkah percepatan ini merupakan upaya negara agar semua rakyat Surabaya mendapatkan kepastian hukum. Program sertifikasi tanah juga akan mengurangi sengketa dan konflik tanah serta terwujudnya desa / kelurahan lengkap yaitu desa / kelurahan yang seluruh bidang tanahnya sudah terdaftar dan bersertifikat. “Program ini akan sangat bermanfaat bagi seluruh warga Surabaya sekaligus memudahkan pembangunan infrastruktur,” kata dia.

Surabaya akan menjadi kota pertama di Indonesia yang seluruh bidang tanahnya tersertifikasi. Setelah Surabaya, Kementerian ATR/BPN akan mendorong program kerjasama serupa dilakukan di kota-kota lain di Indonesia antara lain di DKI Jakarta dan Batam.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini merespon positif program kerjasama ini. Menurutnya salah satu persoalan tanah rakyat miskin adalah belum adanya sertifikasi sehingga muncul spekulan tanah yang merugikan masyarakat. “Seluruh aparat dan warga Surabaya akan membantu kesuksesan program ini,” imbuhnya.

Sofyan menambahkan perbaikan data tanah yang teregistrasi di Surabaya dan Jakarta, secara tidak langsung akan memperbaiki peringkat Indonesia Tingkat Kemudahan dalam Berusaha (Ease of Doing Business) yang dikeluarkan Bank Dunia.