Kredit Satu Triliun Untuk Tol Cipali

94

JAKARTA-Sekitar 22 perbankan nasional mengucurkan kredit sindikasi untuk membiayai proyek  pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali)  sepanjang 116 Km. Adapun pinjaman yang dikucurkan sekitar Rp1 triliun. “Kami menyadari bahwa proyek tol Cipali ini sangat strategis untuk mendorong ekonomi nasional dan menciptakan manfaat ekonomi yang tinggi bagi masyarakat di sekitar proyek tol,” kata Presiden Direktur Lintas Marga Sedaya,  Muhammad Fadzil di Jakarta, Rabu,(26/6).

Pencairan kredit sindikasi perbankan senilai sekitar Rp 1 triliun ini untuk tahap pertama. Dan merupakan bagian dari kredit sindikasi 22 bank yang dipimpin oleh Bank Central Asia (BCA) bersama dengan Bank DKI dengan komitmen pinjaman Rp 8,8 triliun.

Muhammad Fadzil menambahkan pencairan kredit dari perbankan nasional ini menjadi bukti dari komitmen dan kerja keras LMS untuk mempercepat pembangunan jalan tol Cipali. Proyek ini diharapkan selesai dan dapat beroperasi pada tahun 2015 mendatang.  Oleh karena itu, kami berharap dukungan seluruh pihak agar pembangunan ini dapat segera selesai,” ujarnya

Hingga Juni 2013, progres konstruksi pada seluruh ruas tol Cipali sudah mencapai 4,4% dari total target sebesar 3%. Dengan pencairan kredit sindikasi dari perbankan ini progres konstruksi diharapkan akan dapat berjalan lebih cepat.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pencairan kredit tahap pertama ini bisa dilakukan setelah LMS mampu memenuhi seluruh syarat-syarat administrasi.

Sesuai persyaratan tersebut, LMS harus lebih dulu menggunakan modal sendiri untuk membiayai tahap awal proyek pembangunan tol Cipali. Kredit sindikasi untuk proyek pembangunan jalan tol Cipali ini merupakan salah satu kredit perbankan terbesar yang disalurkan untuk pembangunan jalan tol.

Menurut Direktur Pemasaran Bank DKI Mulyanto Wibowo, Bank DKI dan Bank Pembangunan Daerah lainnya memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek infrastruktur strategis di seluruh Indonesia. **can