Lama Merugi, Kini KS Raup Laba US$4,3 Juta

78
tempo.co

TANGERANG-Kinerja keuangan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sejak 2016 cukup kinclong. Bahkan bisa meraup laba operasi 4,39 juta dolar AS untuk tahun buku 2016. Padahal beberapa tahun sebelumnya menderita rugi akibat tekanan harga baja dunia. “Harga baja dunia sudah mulai membaik seperti produk baja lembar panas/hot rolled coil (HRC) harganya mulai menguat mencapai 509 dolar AS per ton per Desember 2016. Penjualan HRC yang menguasai pasar 64 persen nasional ini naik 29 persen menjadi 1,1 juta ton tahun 2016,” kata Direktur Utama PT Krakatau Steeel (Persero) Tbk, Sukandar, di Karawaci, Tangerang, Selasa.

PT Krakatau Steel (KS) meraih laba operasi 4,39 juta dolar AS, sedangkan untuk 2015, 2014, dan 2013 perseroan mengalami kerugian masing-masing 183,5 juta dolar AS, 70,9 juta dolar AS, dan 1,1 juta dolar AS.

Direktur Keuangan KS, Tambok P. Setyawati S menganggap kinerja keuangan 2016 paling bersinar, setelah tahun-tahun sebelumnya mengalami kerugian, meskipun kedepannya pekerjaan rumah yang dihadapi juga tidaklah mudah.

Tambok mengatakan, perusahaan berhasil meraih kenaikan pendapatan bersih 1,73 persen menjadi 1,3 miiar dolar AS pada tahun 2016 sebagai akibat meningkatnya volume penjualan 15,25 persen menjadi 2,2 juta ton. Sedangkan disisi lain perusahaan berhasil menekan beban 12,43 persen menjadi 1,2 miliar dolar AS dan biaya produksi turun 18,43 persen.

Kinerja positif ini memberikan dampak kepada arus kas yang sebelumnya defisit 91,93 juta dolar AS, mengalami perbaikan menjadi positif 67,21 juta dolar AS pada tahun 2016. Kalau arus kas terus positif akan memberikan memudahkan kerja perusahaan ke depannya, kata Tambok.

Lebih jauh Sukandar berharap menguatnya harga baja dunia akan terus berlangsung ke depannya, kalau saja harga HRC bisa mencapai 700 dolar AS per ton tentunya akan semakin meringankan kerja perseroan.