Mangkrak 22 Tahun, Jokowi Berharap Tol Becakayu Bisa Digunakan Akhir 2017

65
Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan Tol Becakayu Seksi 1, di Jalan Inspeksi Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (7/11)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 1, di Jalan Inspeksi Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (7/11). Proyek tol yang sudah mangkrak selama 22 tahun ini diharapkan bisa dioperasikan akhir 2017. “Tapi mungkin Maret, yang 8 Km sudah bisa dipakai dulu. Jadi saya ingin memastikan yang Maret itu, yang 8 kilometer ada 2 berarti 16 kilometer sudah bisa dipakai,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan, beroperasinya proyek tol Becakayu ini sangat penting sekali karena kemacetan di sini sudah terlalu parah. “Ya, yang pasti akan sangat mengurangi kemacetan, karena ini memang plan awalnya memang dihitung sangat diperlukan. “Tetapi berhenti dan dilanjutkan, saya kira ini 2 tahun lah rampung. Saya hanya ingin memastikan saja, rampung,” jelas Presiden.

“Hanya kurang (minus) 1 persen. Saya minta, target kekurangannya yang satu persen itu bisa dikejar,”terangnya.

Presiden menjelaskan, proyek tol Becakayu dihubungkan dengan tol JORR.  Adapun PT Waskita Karya akan ditunjuk sebagau operator tol Becakayu. “Memang dulu enggak, tapi ini diterusin sekalian,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga memastikan pembangunan tol Becakayu itu sudah tidak ada masalah dengan pembebasan lahan. Karena itu, Presiden berharap nanti pada Maret sebagian ruas tol ini sudah bisa digunakan.

Mengenai pembangunan infrastruktur lain, Presiden juga menegaskan semuanya tidak ada masalah. Apalagi, pembebasan lahan dan pembebasan tanah tidak mengalami hambatan dengan adanya dana talangan menjadi sangat cepat. “Tidak ada masalah waktunya,” tegasnya.

Nanti semua akan terintegrasi? “Semua yang di sini? Sudah, sudah,” kata Presiden.