Maria Mayangsari, Srikandi Dari Bumi Komodo Yang Mendunia

81

Kisah sukses Ibu tiga orang anak ini tak berhenti sampai disitu. Berkecimpung di industri kreatif memberinya makin banyak pengalaman. Hingga akhir tahun mendatang ada dua negara yang akan ia datangi untuk kegiatan pameran, yaitu Rusia dan Peru.

“Karena Labuan Bajo juga saya akhirnya bisa punya pengalaman ke luar negeri. Saya diikutsertakan dalam berbagai macam pameran di beberapa negara dan itu free hanya karena saya mengusung produk-produk lokal Labuan Bajo dan NTT,” ucapnya.

Kini, memasuki tahun keempat, berbagai produk kerajinan lokal memenuhi Komodo Gift Shop. Dan hingga tahun 2019 ini sudah ada 9 kelompok yang ia bina yang kesemuanya ada di Labuan Bajo. Kesembilan kelompok binaannya juga sudah mendapatkan KUR dan ia sebagai jaminannya.

“Kualitas sangat kami utamakan dalam penjualan produk kami. Mulai dari proses pembuatan hingga packaging,” jelasnya.

Kesembilan kelompok binaan tersebut terdiri dari bebagai macam pengrajin penenun, tetapi juga ada pengrajin patung, pengusaha hasil laut, penjahit, pengrajin tas dan aksesoris. Sementara untuk tenun lainnya Candy bekerja sama dengan pengrajin dari beberapa kabupaten di NTT, seperti Kabupaten Sabu Rai jua, Rote Ndao, Sikka dan Flores pada umumnya.

“Kerinduan saya, dengan makin berkembangnya pariwisata di Labuan Bajo, masyarakat juga makin terlibat di dalamnya terutama untuk memperkuat industri UKM di Labuan Bajo,” terangnya.

Ia berharap, kehadiran Komodo Gift Shop dapat makin mendorong pengrajin-pengrajin lokal terutama yang sudah bergabung dalam kelompok-kelompok binaan untuk terus meningkatkan keahlian, kehandalan agar dapat terus naik kelas.

“Ini juga menjadi cara saya mengajak masyarakat Manggarai Barat untuk terus mencintai produk lokal dan bersama-sama membawa UKM daerah dikenal dunia”, tutupnya.