Mendag Resmikan Pasar Bahari di Ternate

41

TERNATE-Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan meresmikan Pasar Bahari di Ternate, Maluku Utara.  Mendag berharap revitalisasi ini dapat mendorong kelancaran arus barang antar daerah di Provinsi Maluku Utara, serta mendukung ketersediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat Ternate.

Kementerian Perdagangan pada tahun 2011 telah mengalokasikan anggaran Tugas Pembantuan untuk membangun atau merevitalisasi Pasar Bahari senilai Rp. 5 miliar. Dana tersebut di luar dana pendampinganyang berasal dari Pemerintah Daerah sebesar Rp. 24 miliar. “Dengan rampungnya pembangunan pasar, kini Pasar Bahari dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk melakukan transaksi jual beli. Mudah-mudahan Pasar ini dapat membawa berkah dan kesejahtera an bagi masyarakat Ternate,”ujar Mendag.

Pasar Bahari merupakan salah satu tempat berbelanja bahan kebutuhan pokok di Ternate, yang sekaligus berfungsi sebagai obyek wisata di Maluku Utara. Komoditas dan produk yang dijual di pasar ini, antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, jamu, bahan kebutuhan pokok lainnya, pakaian batik, suvernir,serta berbagai jenis produk dan komoditas lainnya. “Dari sisi fasilitas, kami upayakan memberikan fasilitas yang memadai dengan tentunya memperhatikan kebersihan dan kehijauan lingkungan. Dengan demikian, pasar diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung, sehingga para pedagang pasar dan pengelola pasar dapat meningkat penghasilannya,”lanjut Mendag.

Saat ini tercatat sebanyak 777 orang pedagang di Pasar Bahari. Dari jumlah tersebut, terdapat 23 pedagang yang menempati kios, 604 pedagang menempati los, dan 150 orang berdagang dengan cara lesehan. Rata-rata Omzet per bulan para pedagang di Pasar Bahari mencapai kurang lebih Rp. 9,8 miliar.

Untuk mengangkat citra pasar rakyat, sejak tahun 2011 hingga saat ini, Kementerian Perdagangan telah melakukan revitalisasi pasar sebanyak 447 unit yang terdiri dari 53 unit Pasar Percontohan dan 394 unit pasar non percontohan. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kinerja 10 Pasar Percontohan yang dibangun tahun 2011, ternyata revitalisasi pasar dapat mendorong peningkatan omzet transaksi antara 33 % hingga 85% dibandingkan omzet pasar sebelum direvitalisasi.

Menanggapi hal tersebut, Mendag mengatakan bahwa sudah saatnya pasar rakyat didorong untuk maju menjadi pasar yang dikelola secara modern dan profesional. “Pasar rakyat harus mampu bersaing dengan supermarket ataupun toko-toko ritel modern. Ini sangat mungkin dilakukan melalui revitalisasi, dan pemerintah akan terus berupaya meningkatkan daya saing pasar rakyat secara berkesinambungan,”imbuhnya.