Menko Luhut: Pertemuan IMF-WB Tidak Ada Anggaran Untuk Peserta

62
Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan

JAKARTA-Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) yang merupakan peristiwa ekonomi dan keuangan terbesar di dunia.

Menurut Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan sebagai Ketua Panitia Pelaksana berdasarkan Keppres no 11 tahun 2017 semua persiapan sudah 70 persen selesai. “Mencakup infrastruktur, IT, hotel, transportasi, imigrasi sudah beres. Sudah in place. Bahkan bisa dibilang 80 persen most likely siap,”ujar Menko Luhut saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (11/5).

Pertemuan tahunan IMF-WB ini digelar pada tanggal 8-14 Oktober 2018

Menurut Menko Luhut, dari Spring Meeting IMF-WB di Washington DC bulan lalu, pemerintah memperkirakan ada sekitar 17.500 delegasi yang berasal dari 189 negara bakal hadir untuk mengikuti pertemuan tahunan IMF-WB di Bali Bulan Oktober mendatang. Para delegasi tersebut merupakan menteri keuangan dan gubernur bank sentral seluruh dunia.

Selain itu Menko juga mendapatkan informasi para delegasi akan membawa keluarga dan kerabatnya ke Indonesia.

“Kemarin saya di Washington itu kaget-kaget ditunjukkan dari Saudi Arabia itu sudah booking 1000 pax,” bebernya.

Selama kurun waktu seminggu itu, akan ada 2000-3000 pertemuan yang diselenggarakan secara bersamaan. Dan, rencananya, pejabat IMF-WB pertengahan September akan berkantor di Bali. Karenanya, pemerintah telah mempersiapkan 650 ruangan untuk persiapan ruang kantor dan ruang pertemuan.

Terkait anggaran yang disiapkan pemerintah untuk penyelenggaraan acara ini, Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Susiwijono mengungkapkan detilnya.

Menurutnya, anggaran untuk pelaksanaan pertemuan IMF-WB telah ditetapkan dengan skema tahun jamak (multi years), yakni tahun anggaran 2017-2018.

“Secara umum, pagu anggaran di Bulan Maret 2017 adalah Rp. 45,4 Miliar. Tahun 2018 kita alokasikan RP 810,1 miliar sehingga pagu yang kita tetapkan untuk tahun 2017-2018 adalah Rp 855,5 miliar,” ujarnya.