Nilai Ekspor Kopi Indonesia ke AS Capai USD 255,76 juta

54
Jenis Kopi Indonesia yang dieskpor ke sejumlah negara/dok kontan

JAKARTA-Pemerintah akan menjadikan produk kopi sebagai salah satu andalan ekspor Indonesia. Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan nilai ekspor kopi Indonesia ke dunia selama 2015 (Januari-November) tercatat USD 1,12 miliar atau meningkat 19,4% jika dibanding periode yang sama pada 2014.

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak, dari nilai eksport kopi tersebut, AS masih tetap menduduki peringkat pertama negara tujuan ekspor kopi Indonesia dengan nilai USD 255,76 juta (pangsa 22,85%). “Besarnya nilai impor kopi AS merupakan tantangan dan peluang bagi semua negara termasuk Indonesia. Ajang Specialty Coffee Association of America (SCAA) harus dapat kita manfaatkan untuk semakin meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke AS, tidak saja dari sisi volume, tetapi juga dari segi kualitas kopi yang diekspor termasuk untuk kopi yang disangrai,” tegas Nus di Jakarta, Rabu (10/2).

Setelah AS, Jepang menjadi negara tujuan ekspor kopi Indonesia dengan nilai USD 98,2 juta (pangsa 8,7%). Adapun Jerman dengan nilai USD 84,9 juta (pangsa 7,6%). “Dan Italia dengan nilai USD 78,8 juta (pangsa 7%), dan Malaysia dengan nilai USD 67,2 juta (pangsa 6%),” terangnya. Berdasarkan data yang dilansir UN Comtrade, pada 2014, AS mengimpor kopi dari dunia sebesar USD 5,88 miliar atau setara 18,9% dari total impor dunia. Nilai tersebut meningkat 10,48% dibanding tahun sebelumnya.

Dari nilai tersebut sebesar 81,23% merupakan kopi biji tidak digongseng tidak dihilangkan kafeinnya, 10,15% merupakan biji kopi digongseng dan 7,66% kopi biji tidak digongseng tanpa kafein

Dia menjelaskan, nilai impor kopi AS dari Indonesia pada 2014 mencapai USD 323,22 juta atau mengalami peningkatan 11,33% dibandingkan pada 2013.

Ekspor Indonesia ke AS didominasi oleh kopi biji tidak digongseng tidak dihilangkan kafeinnya sebesar 99,97%.

Sedangkan ekspor biji kopi digongseng ke AS hanya sebesar 0,03%. “Saat ini pangsa pasar kopi Indonesia di pasar AS sebesar 5,5% atau urutan ke-6 di bawah Brasil, Kolombia, Viet Nam, Kanada, dan Guatemala,” ujarnya.

Berdasarkan data International Coffee Organization, Indonesia menduduki urutan ke-4 sebagai produsen kopi terbesar di dunia pada 2014 dengan perkiraan produksi mencapai 622 ribu metrik ton per tahun. Kopi arabika Indonesia cukup terkenal di dunia, sehingga menempatkan Indonesia sebagai eksportir kopi spesial arabika terbesar ke-2 di dunia dengan volume mencapai 150 ribu ton ekspor per tahun.

Indonesia jelasnya juga dikenal memiliki varian kopi terbanyak dengan jumlah hampir 100 jenis varian kopi arabika yang diciptakan sejak 1699. Beberapa jenis diantaranya yang terkenal adalah Sumatera Lintong, Sumatera Solok Minang, Java Preanger, Java Estate, Sulawesi Toraja, Papua Wamena, dan lain sebagainya. “Masih banyak varian kopi Indonesia yang masih perlu dikenalkan seperti kopi dari Papua, Flores, dan Bali. Indonesia akan menyuguhkan varian kopi tersebut pada pameran SCAA 2016 nanti,” ujar Nus.