OJK Siap Perketat Pasar Modal

35

Jakarta—Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku siap mengalokasikan banyak waktu untuk mengawasi pasar modal Indonesia agar dapat berkembang seiring perkembangan bursa global. “Industri yang bagus tetapi tidak terawasi juga tidak baik, ini menjadi tantangan bagaimana pengawasannya,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad di Jakarta,Jumat,28/2012
Oleh karena itu, lanjut mantan Deputy Gubernur Bank Indonesia ini, infrastruktur domestik menjadi satu dari tiga tantangan yang dihadapi pasar modal Indonesia saat berintregasi di ASEAN pada 2015. “Indonesia harus membangun infrastruktur pasar modal domestik yang kuat agar siap menghadapi persaingan yang ketat dengan negara lain,” terangnya
Menurut Muliaman, tuntutan membangun infrastruktur yang kuat di bursa modal juga menjadi prioritas OJK. Karena investor menuntut kesiapan infrastruktur dalam menghadapi persaingan ketat dengan negara lain.
Lebih jauh kata Muliaman, tantangan lain adalah membangun kapasitas lembaga. Dalam kaitan itu, perlu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di pasar modal Indonesia. “Saat ini tingkat perpindahan SDM di perusahaan terkait pasar modal sangat tinggi, ini tugas SRO untuk membangun semacam `talent pool`, sehingga SDM kita berkualitas dan turut andil dalam kemajuan pasar modal Indonesia,” kata dia.
Tantangan ketiga menyangkut perlunya implementasi regulasi dan pengawasan di industri pasar modal Indonesia yang lebih baik serta berkesinambungan.
Muliaman juga mengatakan, pasar modal Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kinerjanya lebih baik lagi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kami berharap pasar modal menjadi lebih baik lagi sejalan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar dia.
Dikatakan Muliaman, sejalan dengan itu diharapkan juga pasar modal Indonesia dapat lebih memperdalam industrinya sehingga memberikan kontribusi yang besar kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia. **can